DIDUGA PENYEBAB MENINGGALNYA ROHMA YANTI KARENA OVER DOSIS MINUMAN KERAS

Muara Enim
medianusantaranews.com

Walau apapun pekerjaan dan bagaimanapun status sosial seorang Rohma Yanti (31Tth) warga Desa Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) yang bekerja sebagai wanita Pemandu Lagu (PL)) atau LC di King Karaoke Muara Enim yang meninggal dunia dengan kondisi yang sangat menyedihkan belum lama ini. Membuat kesan dunia hiburan malam di Muara Enim menjadi tempat yang sangat menakutkan bagi para wanita Pemandu Lagu (PL)..Apalagi bila kasus ini sempat lenyap begitu saja tanpa ada pelaku yang harus bertanggung jawab

Karena dari keterangan saksi saksi teman kerja korban yang berhasil diwawancarai media,  bahwa sebelum meninggal dunia, korban masih bekerja sebagai LC di room 3 King Karaoke. Di room 3 King Karaoke menemani para tamu..Di dalam Room 3  korban dicekoki minuman keras yang dioplos dari beberapa campuran jenis minuman keras sehingga korban mabuk berat sampai korban harus di istirahatkan di room khusus LC King Karaoke..Diduga saat korban kondisi mabuk berat. Korban dibiarkan saja sendirian di dalam room khusus LC tanpa ada upaya untuk memberikan pertolongan agar korban bisa cepat sadar. Dalam kondisi mabuk berat, korban dibiarkan begitu saja sendirian. Hal itu pun diakui oleh teman kerja korban yang kembali bekerja melayani tamu setelah membawa korban ke room khusus LC.

Artinya, meninggalnya korban ada penyebabnya, yaitu karena mabuk berat (over dosis) minuman keras. Lantas siapa yang sudah membuat korban over dosis minuman keras?

Wanita teman kerja korban, SL mengakui kalau korban berkerja di King Karaoke Muara Enim pada malam korban meninggal dunia. Bahkan kata SL, korban juga sempat makan durian bersama di kontrakan pada sore harinya sebelum berkerja di King Karaoke pada malam harinya.

” Kami makan durian bersama, malamnya kita bekerja dan menemani tamu seperti biasa, termasuk minum miras jenis Soju dan Am, (anggur merah)” ujar SL

” Pada saat dirinya bersama korban menemani tamu di room tiga (3) ditawari oleh tamu, jika satu orang sanggup menghabiskan satu botol miras akan dikasih uang sebasar Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah). karena mendengar akan dapat hadiah, akhirnya korban banyak meneguk miras yang membuat sikorban tidak sadarkan diri ( mabuk berat),” jelasnya.

Dari pengakuan SL, karena korban terlalu banyak minum miras akhirnya mabuk dan di istirahatkan di ruangan khusus LC.l, sementara dirinya masih tetap bekerja menemani tamu

“Korban banyak minum, sehingga mabok berat, sehingga korban istirahatkan di ruangan khusus LC ” ungkap SL

Ditambahkan oleh inisial MR yang juga rekan kerja korban, memang beberapa hari sebelumnya korban sedang sakit dan sempat tidak masuk kerja. Tapi semalam (22-8-2022,red) korban masuk bekerja lantaran tubuhnya sudah mulai fit kembali.

MR menjelaskan bahwa dirinya bekerja di King Karoke adalah milik Yusran salah satu  anggota Dewan DPRD kabupaten  Muara Enim.

“Kami semua bekerja di king karaoke milik pak Yusran,” jelasnya.

Para sahabat korban sudah mengakui kalau  meninggalnya korban karena korban over dosis (OD) minuman keras.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/08/2022) dalam kondisi jasad korban yang menyedihkan yakni mulut mengeluarkan busa, ada bercak darah di mata korban sebelah kanan, wajah korban pun terlihat seperti lebam.

Belum diketahui pasti dimana korban meninggal dunia. Karena Pihak kepolisian Polres Muara Enim hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan secara resmi terkait kasus meninggalnya korban. Yang pasti bahwa Polres Muara Enim sudah memasang garis polisi dilokasi King Karaoke Muara Enim. Berarti ada kemungkinan besar korban meninggal dunia di King Karaoke sehingga dipasang garis polisi.

Walaupun hal itu dibantah oleh Manager King Karaoke Muhammad Holdun

Muhammad Holdun mengakui kalau korban masih belum sadarkan diri hingga pukul 03.00 dini hari. Namun ketika dia mengantar korban pulang ke kontrakan, korban masih bernapas.

” Pada pukul 03:00 dini hari, saya mengantar korban ke kontrakan dan pada saat itu korban masih bernafas walaupun sedang mabuk dan saya langsung pulang,” Ucap pria yang akrab disapa Holdun ini.

Sementara itu, Syerin Apriandi Aktivis Kabupaten Muara Enim yang terus memantau perkembangan kasus ini..Dikatakan Syerin bahwa bahwa ini merupakan panggilan hati nurani untuk mengungkap fakta yang sebenarnya penyebab meninggalnya Rohma Yanti (31Tth), wanita Pemandu Lagu (PL) King Karaoke Muara Enim dan juga dimana sebenarnya Rohma Yanti meninggal dunia.

Karena kata Syerin, sampai saat ini belum ada keterangan resmi di Polres Muara Enim, walaupun ada pemasangan garis polisi dilokasi King Karaoke.

” Menurut saya, ada garis polisi dilokasi King Karaoke, itu menunjukan ada kaitannya dengan kasus meninggalnya Rohma Yanti,” ujarnya.

Lanjut Syerin, Rohma Yanti itu meninggal bukan tanpa sebab, melainkan karena dicekokin minum keras hingga over dosis..Oleh karena itu kata Syerin, kasus ini perlu diungkap sebenar benarnya oleh Polres Muara Enim, karena Rohma Yanti itu manusia, tidak selayaknya kasus ini dikabur kaburkan begitu saja.

Sementara itu Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto, SIK, Msi, katika dikonfirmasi terkait permasalahan ini melalui pesan WhatsApp, Rabu (31/08/2022). Dijawabnya kalau mau konfirmasi  silahkan saja datang ke Polres Muara Enim, temui Kasat Reskrim, tulis dia.(E)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *