Jalan dan Jembatan Suta-Puri Cepat Rusak Ternyata Begini Penyebabnya

Banyuasin,medianusantaranews.com- Sebut saja Ardi (47) yang mengaku sebagai warga asal Palembang dalam perbincanganya dengan tegas dikatakan ternyata jadi penyebab kondisi jembatan Tanah Kering dan jalan cor beton dari Kecamatan Suak Tapeh menuju wilayah Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan itu cepat rusak ada beberapa faktor yang dianggapnya sangat fatal yang ditimbulkan.

Blak-blakan pedagang asongan tersebut mengatakan, pertama faktor penyebab dari prilaku manusia itu sendiri yang dianggap tidak peduli, faktor keduanya realisasi produk pekerjaan asal untung dan faktor ketiganya dianggap Pihak Eksklusif dan Legislatif Banyuasin tidak maksimal menerapkan peraturannya dan begitu dampaknya.

Diungkapkan, kapasitas tonase jembatan di Tanah Kering tak lebih dari 5 ton, tapi bangunan yang digagas pembangunanya dari tahun 2004-2009 itu faktanya setiap hari hingga kini dilantak beban hingga puluhan ton, tentu hanya itungan hari kondisi jembatan jalan tersebut sudah babas bingkas.

Termasuk kondisi jalan corbeton mulai dari wilayah Kecamatan Suak Tapeh hingga wilayah Kecamatan Pulau Rimau mengalami hal sama akibat aktivitas ulah manusia yang dianggap sangat tak peduli dengan intruksi Bupati Banyuasin saat dilaunching pelaksanaan bangunan jalan ketika itu dengan maksimal beban tonase 8 ton.

“Saya ingat betul ketika pemerintah dari Banyuasin gelar acara launching jalan itu dibangun digelar di Desa Meranti Kecamatan Suak Tapeh langsung Bupati Banyuasin H Askolani SH memberikan kebijakan kepada pengguna jalan itu beban muatan maksimal 8 ton, bukti dilapangan beda, bahkan mencapai belasan ton, Wajarkan sekarang kondisi jalan dan jembatan tersebut seakan tidak ada pernah baik”, ungkapnya.

Pria yang mengaku mengais rezeki pakai kendaraan R2 dalam setiap bulanya bisa 4 kali keluar masuk melintas melalui jalan dan jembatan itu ada sukanya juga banyak sedihnya, tapi kalau sudah begini faktanya yang ada semacam itu, jadi siapa yang mau disalahkan, katanya heran saat mengantri diatas jembatan Tanah Kering saat didandan tukang las kemarin.

Pantaun media ini kemarin petugas perbaikan jembatan di Tanah Kering dilakukan oleh warga yang kerjasama dengan pihak perusahaan setempat.

Hingga beritanya disiarkan oleh media ini pihak eksekutif dan legislatif dari kabupaten Banyuasin belum diminta konfirmasinya, (MNN)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *