SYAKILA SAKILATI, ANAK KORBAN TABRAK LARI DI GUNUNG MEGANG MEMBUTUHKAN ULURAN TANGAN DARI PARA DERMAWAN

Muara enim
medianusantaranews.com

Syakila Sakilati binti Juni Heriansyah (6th) warga Ds VIII Gunung Megang Muara Enim Sumatera Selatan, korban tabrak lari pada, Senin (19/09/2022) lalu, saat ini masih dalam pengobatan.

Kedua orang tua Syakila sangat sedih, karena akibat pristiwa itu, Syakila  tmengalami patah kaki, sehingga sampai saat ini syakila masih terus terbaring, belum bisa berjalan seperti biasanya.

Anak korban tabrak lari, Syakila Sakilati (6th) Warga Desa Gunung Megang Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim membutukan bantuan dari para dermawan

Dina, salah seorang tetangga korban menuturkan, kejadian itu berawal saat Syakila bersama kakaknya berniat membeli es boba yang lokasinya tidak jauh dari kediaman mereka

Dalam perjalanan ingin membeli es boba, kedua kakak – adik ini bergandengan tangan, sampai di jalan setapak seberang lokasi es boba, kakaknya ingin mengambil uang yang ada di saku celananya, syakila pun melepas pegangannya.

Sementara Syakila yang sudah tidak sabar, ketika melihat es boba yang berada di seberang jalan, tanpa sempat dicegah oleh kakaknya, Syakila duluan menyebrang jalan. Bersamaan dengan itu, tanpa melihat ke belakang, karena Syakila masih anak anak yang belum mengerti ada bahaya yang mengancam. Saat Syakila bermaksud menyeberang jalan tiba tiba ada dua mobil sedang beriringan.

Namun ketika Syakila sudah menyebrang, tepat ketika Syakila sedang ditengah jalan raya di garis marka jalan raya, tiba tiba ada mobil jenis L300 menyalip mobil putih yang ada didepannya.

Maka tak ayal lagi Syakila yang sedang berada di tengah jalan raya ditabrak kendaraan jenis L 300.

Terjadilah benturan keras di kaki kanan Syakila. Sedangkan pelaku sendiri memang sempat menghentikan kendaraannya sebentar. Namu  ketika melihat situasi sepih, mobil itu langsuncg tancap gas melarikan diri

Begitu juga mobil yang beriringan dibelakang pelaku, juga sempat menge-rem mendadak didepan Korban karena kaget.

Saat itu kakak korban sudah berada di dekat adiknya yang kena tabrak. Kakak korban mengangkat korban sambil menangis, sedangkan mobil yang sempat menge – rem mendadak itu langsung pula tancap gas kencang karena ketakutan dan panik, hingga hampir saja menabrak korban dan kakak korban yang berada didepan.

Korban pun segera dilarikan ke Puskesmas terdekat. Sedangkan mobil pelaku masih empat dikejar warga. Namun tidak berhasil menangkap pelaku,  karena laju mobil pelaku sangat kencang.

Warga setempat sempat ingin mengetahui pelaku dengan melihat rekaman CCTV Masjid yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Di CCTV, memang mobil pelaku terlihat jelas namun sayangnya nomor polisi kendaraan pelaku tidak terlihat sama sekali, karena ada sesuatu di bagian mobil yang menghalangi nomor polisi kendaraan pelaku. Sampai saat ini pun pelaku yang menabrak Syakila belum juga ditemukan.

Sedangkan pihak keluarga korban karena keterbatasan ekonomi, jadi pasrah, merasa tidak mampu untuk terus melakukan pencarian pelaku yang belum diketahui berada dimana. Pihak keluarga korban lebih fokus untuk mengobati korban yang mengalami patah kaki.

Syakila yang mendapat pengobatan di Puskesmas Gunung Megang. Namun karena kondisi korban yang mengalami patah tulang kaki, tidak berapa lama dirawat, pihak Puskesmas Gunung Megang pun memberikan surat rujukan agar Syakila dirawat di rumah sakit umum H M Rabain Muara Enim yang peralatan medisnya lebih lengkap.

Setelah satu hari dirawat di rumah sakit umum Rabain Muara Enim, pihak rumah sakit Rabain menyatakan bahwa Syakila akan dioperasi.

Pihak keluarga korban pun merasa tambah sedih mengingat keterbatasan biaya, terutama biaya, transportasi dan biaya kebutuhan lainnya. Sehingga memutuskan untuk tidak mengoperasi Syakila serta memilih berobat kembali ke desa. Ditambah lagi bahwa ayah korban yang bekerja serabutan ini juga belum bisa berjalan dan bekerja secara normal karena tiga bulan yang lalu juga mengalami kecelakaan kerja sewaktu sedang membersihkan kebun.

Sehingga dengan sangat terpaksa, Syakila harus melakukan pengobatan secara tradisional di desanya.

” Dan syukur Alhamdullilah, walaupun melakukan pengobatan tradisional di desa dengan cara diurut, saat ini kondisi Syakila sudah berangsur membaik. Namun untuk kondisi tulang kaki Syakila yang patah masih membutuh perawatan dan pengobatan yang mungkin cukup lama,” ujar Dina.

” Saat ini Syakila masih terus terbaring lemah di tempat tidur, tanpa ada alat bantu untuk bisa melatih Syakila berjalan, karena keluarga Syakila tidak mampu untuk membeli.,” Jelas Dina.

Beginilah keadaan kediaman keluarga Syakila Sakilati di Desa Gunung Megang

Diakui Dina,keluarga Syakila masih banyak membutuhkan biaya untuk kesembuhan Syakila agar kembali normal. Begitu juga untuk keperluan saudara saudara Syakila yang masih sekolah. Sedangkan ayah Syakila yang belum pulih,  belum bisa mencari napkah untuk membiayai kehidupan keluarganya.

” Syakila yang tengah duduk di kelas 1 SDN Gunung Megang pihak keluarga merasa terimakasih kepada semua guru – guru Syakila yang sudah datang menjenguk Syakila untuk memberi semangat serta mengizinkan Syakila untuk terus sekolah dengan belajar secara darings, ampai Syakila benar benar pulih kembali,” ungkap Dina..

Syakila sendiri walaupun masih terus terbaring ditempat tidurnya, dengan perekonomian keluarga yang serba kekurangan, nampak masih memiliki semangat dan harapan yang besar untuk terus berjuang mencapai kesembuhan sehingga bisa kembali berkumpul, bermain serta bisa sekolah lagi bersama teman temannya seperti dulu.

” Support aku ya, aku ingin belajar bareng teman temanku seperti dulu, mohon do’a nya ya, agar Syakila cepat pulih kembali,,” ucap Syakila dengan memberikan senyuman yang masih tersisa.

Pada kesempatan ini, dengan kondisi yang dialami Syakila, pihak keluarganya sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan kepada para Dermawan, agar mereka bisa meringankan beban serta segala kesulitan ekonomi yang sedang mereka alami.

” Sahabat Dermawan, agar bisa ikut membantu adik Syakila dan Keluarganya dengan berdonasi melalui rekening:

BRI 5727-0102-2790-535.
Atas nama DINA PERMATASARI

Konfirmasi donasi Wa: 0831-7653-0850 (Dina)

Oleh: Aben CN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *