#Umat Muslim Melaksanakan Sholat Diatas Atap Masjid#
Sekayu,medianusantaranews.com- Saat ini masih terus bertambah luapan air dari Sungai Musi sejak memasuki awal tahun 2024 bahkan saat ini airnya terus meninggi sehingga Pusat Ibukota Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan masih dikepung banjir.
Selain dipusat ibukota Kabupaten Musi Banyuasin yang masih terendam banjir juga terparah di Kecamatan Sanga Desa, Babat Toman dan masyarakat kini butuh bantuan pangan dan obat-obatan.
Genangan air yang belum ada tanda-tanda surut, bahkan ketinggian airnya mencapai 6 meter sudah 3 pekan Januari 2024 ini mengancam kehidupan warga Desa Ulak Embacang.
Kepada wartawan kepala Desa Ulak Embacang Nuraidin mengatakan bagi warga yang beragama Islam terpaksa menjalankan ibadah salat berjamaah dilaksanakan dibagian atap Masjid.
“Sudah viral memang warga di Desa Ulak Embacang Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan menjalankan ibadah Shalat Jutmat di atas atap Masjid”, kata Kades sembari berharap luapan air Musi segera surut.


Genangan air yang sedang murka itu, selain memaksa kaum muslimin lakukan Sholat diatap Masjid juga merendam 300 rumah warga, ada tiga gedung sekolah, Puskesmas, kantor Desa serta beberapa fasilitas lainnya.
“Ya benar warga Desa kami sudah tiga pekan menjalankan ibadah shalat terutama Salat Jum’at secara berjamaah di atas atap masjid,” pungkas Kades.
Akibat luapan air hujan efek intensitas mengancam kehidupan masyarakat Desa Danau Cala Kecamatan Sekayu, lantaran ruas jalan utama terputus hingga lebih 13 meter diterjang air bandang, walau ada dibuat jalan alternatif pun aktivitas perekonomian terganggu.
Banjir yang masih terlihat mengepung Pusat Pemerintahan Ibukota Kabupaten Musi Banyuasin itu genengan air di Desa Lumpatan bahkan sampai-sampai ruas jalan lintas tengah masih digenangi air termasuk di jalan menuju Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba.
Berbagai bantuan pangan sudah ada yang disalurkan dari Pemerintah serta aparat Kepolisian dan unsur TNI termasuk pihak Polsek jajaran Keluang, namun bantuan-bantuan tersebut hanya darurat, sedangkan keberadaan banjir belum dapat diprediksi kapan surutnya, ujar Anto beberapa saat yang lalu.
Anto warga Sekayu melalui wartawan media ini berharap kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera beri bantuan pangan dan obat-obatan dan ada warga yang meminta diungsikan di tempat yang aman dari ancaman banjir.
Lanjutnya, jika banjir tersebut sampai akhir Januari 2024 ini belum surut tentu kehidupan masyarakat yang sedang dilanda banjir jelas terancam kelaparan dan terganggu kesehatanya, karena tidak bisa beraktivitas seperti biasa lagi, beliau hanya bisa bertahan hidup dari bantuan dari pemerintah ia tulah, ungkap Anto sekaligus menutup perbincanganya.(MNN/waluyo)








