BANYAK PERMASALAHAN YANG MENIMBULKAN KERESAHAN DARI AKTIVITAS PERUSAHAAN MIGAS DI KECAMATAN ABAB

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Diketahui sudah berapa Miliar Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluarkan dana untuk memperlancar transportasi dan perputaran ekonomi masyarakat dengan meningkatkan pembangunan akses jalan di sekitaran Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI, termasuk peningkatan akses jalan yang selama ini sering digunakan PT Pertamina dan rekanannya berlalu – lalang melakukan aktivitasnya.

Akses jalan yang dulunya sudah sangat mulus dan transportasi masyarakat sekitar sudah sangat lancar. Namun saat ini akses jalan tersebut sudah mengalami kerusakan parah. Diduga penyebabnya karena seringnya pihak perusahaan PT Pertamina dan rekanannya memobilisasi alat berat menggunakan akses jalan tersebut tanpa dibarengi dengan perbaikan dan pemeliharaan dari perusahaan.

Kerusakan akses jalan dimaksud terkesan dibiarkan berlarut – larut, terkesan tidak ada kepedulian dari pihak perusahaan untuk memperbaikinya

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H. Ubaidillah. SH kepada media ini, Kamis (02/05/2024).

” Sungguh memprihatinkan akses jalan yang dulunya mulus karena sudah dibangun oleh Pemkab PALI, kini akses jalan itu sudah mengalami kerusakan parah,” ujar H Ubaidillah.

” Ada dugaan kuat kerusakan akses jalan tersebut karena seringnya dilewati angkutan berat diatas kekuatan jalan pihak perusahaan PT Pertamina dan rekanannya,” ungkapnya.

” Pemkab PALI membangunnya, pihak perusahaan merusaknya,” enak betul yah,” imbuhnya lagi

Pria yang merupakan anggota DPRD Kabupaten PALI ini sangat menyayangkan pihak perusahaan terkesan tutup mata, sudah sejak lama akses jalan itu mengalami kerusakan namun belum nampak ada itikad pihak perusahaan untuk memperbaiki akses jalan itu kembali.

Memang, lanjut Ubai, kondisi jalan yang rusak parah itu tidaklah mengganggu aktivitas dan mobilisasi pihak perusahaan. Namun bagi masyarakat, kondisi itu sangatlah meresahkan dan mengganggu kelancaran perputaran perekonomian masyarakat.

” Sepertinya pihak perusahaan ingin kendaraan masyarakat dengan kendaraan yang dipergunakan pihak perusahaan,” kata Ubai

” Untuk itu, kami minta kepada pihak pimpinan perusahaan PT. Pertamina segera cepat tanggap, harus bertangungjawab untuk membangun kembali aksss jalan yang rusak itu,” harap Ubai.

Lebih jauh H. Ubaidillah juga menyindir aktivitas kegiatan seismik (Siolo) PT Daqing Citra Petroleum Technology Service yang baru selesai dilaksanakan di sekitaran Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Kegiatan seismik ini sudah sangat meresahkan masyarakat dan menyisakan permasalahan. Pasalnya akibat kegiatan seismik ini disinyalir sudah menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan dan retak – retak. Mirisnya lagi masih banyak kediaman warga yang mengalami kerusakan belum mendapatkan ganti rugi dari pihak PT Daqing.

Sedangkan diketahui bahwa PT Daqing sebagai pelaksana kegiatan seismik merupakan rekanan PT Pertamina dan SKK Migas.

” Kegiatan Seismik inipun disinyalir pihak pelaksana PT Daqing mau lari dari tanggung jawab, mirisnya lagi terkesan tidak ada kepedulian dan turun tangan pihak PT Pertamina terhadap kerugian materi yang dialami warga, sangat miris,” urai Ubai.

” Anehnya lagi, walaupun banyak menyisakan masalah di kegiatan seismik tersebut, Namun pihak perusahaan pelaksana seismik ini masih dipercaya pihak SKK Migas untuk melaksanakan kegiatan seismik di Kabupaten PALI,” ungkap Ubai

” Kenapa hal ini tidak menjadi pertimbangan pihak SKK Migas dan PT Pertamina, padahal sudah menjadi catatan buruk bagi warga terhadap kegiatan seismik, yang pada akhirnya bisa menimbulkan kontra masyarakat terhadap kegiatan seismik,” urai Ubai.

” Semoga semua permasalahan ini bisa sampai dan di evaluasi oleh pimpinan tertinggi, baik pihak PT Pertamina ataupun pihak SKK Migas, termasuk juga permasalahan lingkungan yang sering tercemar limbah minyak,” tutup Ubai.

Sementara itu, terkait permasalahan ini, pihak PT Pertamina ataupun pihak SKK Migas belum dikonfirmasi. (AE)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *