MUHAMMADIYAH RESMI TERIMA TAWARAN KELOLA TAMBANG BATU BARA. AMIN RAIS MARAH!

Nasional
medianusantaranews.com

Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan menerima tawaran pemerintah untuk mengelola tambang. Keputusan ini disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti usai Konsolidasi Nasional Muhammadiyah selama dua hari di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Kabupaten Sleman, Minggu (28/7).

Konsolidasi ini mempertemukan pimpinan pusat dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di seluruh daerah.

“Setelah menganalisis, menerima masukan, kajian, dan pandangan akademisi, ahli lingkungan hidup, majelis, serta pandangan anggota PP Muhammadiyah, rapat pleno Muhammadiyah13 juli 2024 di kantor Jakarta, memutuskan bahwa Muhammadiyah siap mengelola usaha pertambangan sesuai PP 25/2024,” katanya dalam konferensi pers.

Mu’ti menegaskan pengelolaan tambang ini diambil sebagai bagian dari komitmen Muhammadiyah memperluas dakwah dalam bidang ekonomi. Akan tetapi, dia menegaskan pengelolaan ini harus dijalankan secara bijak, salah satunya menjaga kelestarian alam.

“Juga berorientasi pada kesenjangan sosial menjaga kelestarian alam secara seimbang,” katanya.

Sementara itu, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan soal tambang ini Muhammadiyah bersikap penuh kewaspadaan dan kecermatan, termasuk membentuk tim.

Menyusun tim pengelolaan tambang yang diketuai Prof Muhadjir sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait keputusan ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 1995-1998, Amien Rais kaget dan marah terhadap Muhammadiyah yang menerima tawaran untuk mengelola tambang.

Hal ini ditegaskan Amien Rais di akun YouTube Amien Rais Official.

Amien Rais pun menyindir tegas dari pernyataan Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, terkait Muhammadiyah menerima pengelolaan tambang.

“Saya terhenyak kaget dan marah, membaca berita PP Muhammadiyah yang corongnya paling aktif saudara Anwar Abbas bahwa Muhammadiyah akhirnya menerima tawaran Jokowi yang tiga bulan lagi sudah akan lengser,” kata Amien Rais, di akun YouTube Amien Rais Official, Sabtu (27/07/2024).

Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1995-1998, Amien Rais kaget dan marah terhadap Muhammadiyah yang menerima tawaran untuk mengelola tambang. Foto/YouTube Official Amien Rais

Ketua MPR periode 1999-2004 ini menegaskan tawaran pengelolaan tambang batu bara tersebut merupakan awaran penuh racun dan bisa. “Yang semula tawaran memperoleh izin pengelolaan tambang batubara itu, ibarat kail berbisa/beracun dijauhi oleh Muhammadiyah. Namun karena kepincut dengan keduniaan, akhirnya kail berbahaya itu ditelan oleh Muhammadiyah,” tegasnya.

Namun kata Amien Rais, tawaran yang diterima Muhammadiyah ini masih bisa dimuntahkan Kembali. Dijelaskan Amien, bahwa argumen Anwar Abbas sebut Muhammadiyah akan menjadi pemain tambang yang tidak akan merusak lingkungan, itu sebuah celotehan yang menghina akal sehat.

Mengapa? Pertambangan di mana saja pasti merusak lingkungan sampai tahapan menghancurkan lingkungan hidup yang tidak akan bisa dipulihkan Kembali. Apalagi dunia pertambangan itu dunia yang ganas, dan para pemainnya Sebagian adalah bandit-bandit tanpa moral,” tegasnya. Amien menegaskan, sebaiknya PP Muhammadiyah segera menggelar sidang tanwir. Jadi sidang tanwir adalah lembaga tertinggi setelah muktamar Muhammadiyah.

“Kalau muktamar itu terlalu berat dan terlalu pendek waktunya. Undang seluruh ketua dan ketua ortonom, saya yakin setelah sidang tanwir, akan dicabut kembali penerimaan Muhammadiyah terhadap pertambangan itu,” tutupnya. (Ab/Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *