Sumatera Selatan
medianusantaranews.com
Pasca terpilih dan dilantiknya Bobby Adhityo Rizaldi, sebagai anggota Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) pada 17 Oktober 2024 lalu. Membuat Bobby Adhityo Rizaldi harus melepas
kursi Ketua DPD I Partai Golkar provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Terkait itu, DPP partai Golkar telah menunjuk Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. sebagai pengganti Bobby, yang saat ini masih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sumsel.
Dimana sosok Wihaji sendiri bukanlah orang sembarangan karena Wihaji merupakan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar.
Bukan cuma itu, Wihaji juga Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional pada kabinet pada kabinet merah putih Presiden Prabowo Subianto.
“Plt Ketua DPD I Golkar Sumsel sudah ditunjuk DPP, yaitu pak Wihaji yang merupakan seorang Menteri dan menjabat Waketum Partai Golkar. Selain itu dulunya beliau adalah Bupati Batang di provinsi Jawa Tengah, ” ungkap Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumsel Andie Dinialdie dilansir dari palembang.tribunnews.com.
Menurut Andie, SK (Surat Keputusan) penunjukan Wihaji sebagai Plt Ketua Golkar Sumsel, dikeluarkan DPP sejak 4 Oktober lalu, atau jauh sebelum Bobby dilantik.
“Kemungkinan dalam waktu dekat ini, beliau akan ke Sumsel karena menjabat Plt, nanti akan koordinasi dengan jajaran pengurus dan kader Golkar se Sumsel, apalagi sebentar lagi HUT Partai Golkar dan kita akan melaksanakan senam sehat bersama yang dicatat dalam rekor MURI, ” ujar Ketua DPRD Sumsel ini,
” Tugas Plt Wihaji sendiri akan mengisi kekosongan Ketua yang ada, dan jabatannya bisa dipercepat atau diperpanjang nantinya sesuai kebutuhan Partai, mengingat saat ini Partai Golkar fokus untuk memenangkan Pilkada serentak yang ada di Sumsel,” imbuhnya
” Lama jabatan Plt Ketua ini awal empat bulan setelah ditetapkan 4 Oktober, salah satu tugas utamanya merencanakan melaksanakan dan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) kedepan. Namun, pastinya Golkar sekarang fokus Pilkada dulu, ” kata Andie.
Untuk informasi bahwa Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel yang dilepas Bobby Adhityo, setelah Bobby dilantik sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2024-2029 bersama 4 nama lainnya, di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Kamis (17/10/2024) lalu.
Kelima Anggota BPK tersebut adalah Akhsanul Khaq, Bobby Adhityo Rizaldi, Budi Prijono, Daniel Lumban Tobing, dan Fathan Subchi.
Bobby Adhityo juga merupakan mantan anggota DPR RI daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) II dari Lartai Golkar.
Selain itu, Bobby juga sebelumnya menjabat sebagai ketua DPD I Partai Golkar Sumsel. Karena terpilih jadi anggota BPK RI, Bobby harus menanggalkan jabatannya di partai.
Andie Dinialdie sendiri mengucapkan selamat kepada Bobby dan 4 anggota lainnya yang telah diambil sumpah sebagai anggota BPK RI
Ia berharap kedepannya, dengan kepemimpinan yang baru, BPK RI bisa berbenah dan lebih baik lagi
” Badan Pemeriksa Keuangan sebagai organisasi yang terus bertumbuh, harus terus berbenah. Prestasi yang telah diraih harus dipertahankan, perlu terus bersinergi, dan BPK harus bertambah semakin kuat, ” kata Andie.
Sedangkan Sosok Wihaji yang saat ini merupakan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional kabinet Merah Putih Prabowo – Gibran.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar itu, sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Batang Jawa Tengah periode 2017–2022. Ia bersama pasangannya Suyono berhasil memenangkan Pilkada Batang 2017 dengan perolehan suara sebanyak 56,6 persen atau sebesar 245.181 suara.
Ia dan wakilnya dilantik bersama dengan 3 pasang kepala daerah lainnya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 22 Mei 2017.
Wihaji mengenyam pendidikan di SD Negeri Ngrombo 2 Plupuh Sragen, MTs Negeri Plupuh Sragen, dan MA Negeri 1 Surakarta (1991–1994).
Ia meraih gelar Sarjana Agama S-1 Pendidikan Agama Islam dari Fakultas Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN, kini UIN) Salatiga, Magister Pendidikan S-2 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dari Universitas Negeri Jakarta (2001–2008), dan Doktor Manajemen Lingkungan Hidup dari UNJ (2010–2019).
Ab





