LAMPUNG TENGAH, medianusantaranews.com
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sendangagung Kabupaten Lampung Tengah menggelar Ziarah Masyayikh dan Tokoh NU se-Kecamatan Sendangagung sebagai manifestasi rasa khidmat serta sikap hormat, takzim, dan perhatian yang mendalam terhadap para pejuang NU di kecamatan setempat. Acara dilaksanakan Jumat (21/3/2025) berjalan lancar.
“Acara ziarah kubro dimulai dari titik kumpul di Gedung MWCNU Sendangagung, dengan diikuti oleh jajaran pengurus MWCNU, jajaran muhtasyar, Pengurus Ranting NU, LAZISNU, LP Ma’arif, LTMNU, JRA, Jatman, JQH, Ansor, Banser, Pagar Nusa, IPNU,IPPNU dan tokoh masyarakat warga NU setempat.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Sendangagung, Ky. Ghufron Mustofa , dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk menggelar kegiatan ini.
“Pada kesempatan yang penuh berkah ini, marilah kita bersama-sama bersyukur atas limpahan nikmat Allah SWT sehingga kita dapat berkumpul dalam kegiatan Ziarah Masyayikh dan Tokoh NU Kecamatan Sendangagung. Kegiatan ini bukan sekadar ritual ziarah, tetapi juga bentuk penghormatan dan penghargaan kita kepada para masyayikh, kyai, dan tokoh-tokoh NU yang telah berjasa besar dalam mendirikan, membangun, dan mengembangkan NU, khususnya di Kecamatan Sendangagung,” ujarnya.
“Ky. Ghufron menambahkan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan momen refleksi untuk menguatkan kembali semangat dalam berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama.
“Sebagai penerus perjuangan, tugas kita tidaklah ringan. Namun, dengan kebersamaan, soliditas, dan keteguhan hati, saya yakin NU Kecamatan Sendangagung akan terus menjadi pilar penting dalam menjaga dan memperkuat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” tegasnya.
Lebih jauh Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sendangagung tersebut menjelaskan bahwa ziarah ini bertujuan untuk nguri-uri tradisi sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendiri NU.
“Kegiatan ziarah ini kami laksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para masyayikh, kyai, dan tokoh NU yang telah berjasa besar dalam menanamkan dan menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di bumi Sendangagung. Mereka adalah pelita yang menjadi penerang perjalanan kita hingga saat ini, dan sudah selayaknya kita mengenang serta mendoakan mereka,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan pengarahan-pengarahan kepada seluruh peserta ziarah di Gedung MWCNU Sendangagung. Peserta kemudian bergerak menuju Maqbaroh Sendangasri untuk menziarahi makam KH. Ahmad Ubaidillah Muzaki di komplek Pondok Pesantren Mafatihul Huda. Ziarah dilanjutkan ke Maqbaroh Sendangretno di Kompleks Pondok Pesantren Al Islah, menziarahi makam KH. Shofuwan, KH. Abdul Halim dan sesepuh Sendangretno lainnya.
Usai di Sendangretno para peziarah melanjutkan perjalanannya menuju Sendangagung untuk menziarahi makam KH. Muhyidin, beliau merupakan salah satu tokoh dan pejuang NU militan di kampung tersebut.
Ratusan rombongan peziarah yang diprakarsai MWCNU Sendangagung itu melanjutkan perjalanan ke Maqbaroh di Sendangmulyo untuk menziarahi makam KH. Abu Suja’ seorang tokoh NU dan tokoh thoriqoh yang muktabar di Kecamatan Sendangagung sekaligus jeda sejenak untuk menunaikan ibadah shalat Asar secara berjamaah.
Masih di kampung yang sama, kelompok ini mengakhiri ziarah di Maqbaroh di komplek Pondok Pesantren Al Basyari Sendangmulyo untuk mengunjungi makam KH. Marjuni Marzuki.
Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama dikediaman ketua KBIH Sendangagung KH. Hamdat Muzakir.
Disela-sela acara bukber, ketua JQH Sendangagung Ade Masruri menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut berjalan dengan khidmat dan lancar, mencerminkan rasa hormat yang mendalam kepada para pendahulu NU.
Ade Masruri berharap ziarah ini dapat memperkokoh kecintaan warga terhadap para tokoh NU sekaligus mempertegas komitmen untuk melanjutkan perjuangan mereka. Ia dan jajaran MWCNU Sendangagung lainnya berupaya untuk tahun depan akan menggandeng tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat lainnya.
“Semoga dengan kegiatan ini, kita dapat meningkatkan khidmat di berbagai bidang kehidupan, baik agama, sosial, pendidikan, maupun ekonomi,” pungkasnya. (Aminho)








