#Aktivitas Terganggu, Warga Ancam Bakal Gelar Aksi#
Banyuasin,medianusantaranrws.com- Dampak aktivitas pengerjaan Proyek Jalan Tol berlokasi di STA 101+000 yang di wilayah Desa Durian Daun Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, kebun karet milik warga terendam.
Nanang warga setempat kepada wartawan mengatakan semenjak ada aktivitas proyek jalan tol lahan kebun karet saya terendam, padahal dulu tidak pernah banjir, sekalipun ada hujan lebat, saat ini hujan tak deras, genangan airnya lama tak surut.
“Jika dibiarkan sampai berlama-lama saya tak bisa menyadap getah karetnya, bahkan bisa mati batangnya, terus gimana nafkahi keluarga saya, sedangkan dari hasil sadapan karet itu bertahan hidup”, ungkap Nanang bingung.
Perusahaan yang mengerjakan Proyek Jalan Tol itu semestinya lakukan survey dulu agar warga disekitar proyek tidak resah dan pelaksanaan kegiatan pun lancar.
“Saya tidak menghambat proyek itu, bahkan saya sangat dukung, karena lokasi kebun saya berada ditepi jalan tol, jangan sampai lah warga disekitar proyek dibuatnya susah seperti ini”, pungkasnya.
Terpisah, Kepala Desa Durian Daun dikediamannya Supriyadi kepada wartawan mengatakan sebenarnya permasalahan proyek jalan tol Palembang-Betung yang berada di wilayah desanya bukan dihambat, justru masyarakat Desa kami sepenuh mendukung.
Kades meminta kepada pelaksana proyek dan perusahaan subkon jalan tol agar memahami akan dampak di lingkungannya, walau pun lahan untuk proyek jalan tol telah dibebaskan, tetapi disekitar proyek negara itu masih banyak perkebunan milik masyarakat.
Penjelasan Kades, bukan hanya masalah kebun milik warganya yang terendam saja, saat ini yang menjadi persoalan masyarakat di Desa Durian Daun ini selain tidak ada izin mengenai galian C juga mendesak agar pihak pelaksana proyek jalan tol membangun jalan untuk menuju kebun di seberang jalan tol.

“Silahkan mau dibuat bangunan overpass atau dalam jalan lainya, karena di seberang jalan tol itu masih banyak kebun milik warga dan masalah yang satu ini sangat vital bagi masyarakat Desa Durian Daun”, terangnya serius.
Supriyadi menambahkan, minta bangunan overpass itu sudah di kirimkan suratnya ke Bupati Banyuasin, sudah turunkan Tim, namun informasi dari pihak PT HKI tidak ada yang diminta itu.
“Masyarakat Desa Durian Daun jika permintaannya tidak digubris oleh pihak perusahaan, ancam lakukan aksi ke lokasi dan secara lesan telah saya disampaikan ke Polsek Betung”, tegasnya.
Ada tiga persoalan pelaksanaan proyek jalan tol di STA 101+000 di Desa Durian Daun lanjut Kades yang antara lain yang pertama lahan kebun warganya terendam, kedua persoalan galian C dan ke tiga aktivitas ke kebun warganya tertutup bangunan jalan tol, jelas Kades menutup penjelasannya.
Begini penjelasan dari Candra Humas PT HKI Paltung saat diminta komentarnya terkait keluhan warga Desa Durian Daun yang terdampak aktivitas proyek jalan tol STA 101+000.


Pada (11/9/2025) pukul 11.09 wib Candra mengatakan “Wss izin pak, masyarakat nya Rt, dusun berapa nama nya siapa, biar jelas”
Lanjutnya, “Posisi nya dmn, krn tidak ada laporan dr lapangan ke kami, Jd mohon maaf sebelum ada pengecekan dilapangan ini tanah siapa gambar di berita ini tidak bisa d benarkan dan di pertanggungjawaban kan”.
Candra meminta, “Bpk coba turun ke lokasi biar kmi tau posisinya tepat dmana baru kita bisa kasih konfirmasi jawaban atas pertanyaan dr media pak”.
Masih kata Candra, “Saya suruh anggota cek lokasi, Nama pemiliknya siapa pak, Tanahnya dan Biar bisa d tanyakan ke tim lapangan”, jawabnya.(MNN/waluyo)








