Jakarta,medianusantaranews.com- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai organisasi yang menaungi pemilik atau CEO Media di Indonesia dan juga merupakan konstituen Dewan Pers tetap berkomitmen tinggi sebagai benteng demokrasi. Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa jadi manifestasi nyata organisasi ini tetap eksis. Bahkan di tengah eskalasi politik yang cenderung mendaki terkait beberapa persoalan kebangsaan menjadi sorotan publik, SMSI hadirkan terobosan penting.
‘’Kegiatan ini, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa ibaratnya perjuangan trisula atau 3 agenda penting sekaligus. Yang pertama sebagai konsituen Dewan Pers, SMSI hadir sebagai ambasador, duta bangsa untuk menunjukkan pada dunia, Indonesia tetap kondusif. Kedua Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan afirmasi atas keberpihak SMSI terhadap masalah pedesaan dan yang ketiga adalah manifestasi nyata menjaga NKRI dengan desa sebagai entitas yang sangat penting.’’ujar Drs Firdaus, Msi Ketua SMSI Pusat.
Sebagai Ketua organisasi media siber terbesar di dunia, Firdaus lebih spesifik di katakan bahwa pengukuhan diselenggarakan di tengah menghangatnya suhu politik menjelang akhir Agustus menjadi sebuah testomoni khusus. Testemoni dimaksud SMSI ingin ingatkan dan menyampaikan pesan bahwa idealisme pers harus tetap dijaga.
‘’Tempat ini, Hall Dewan Pers akan menjadi saksi, sekaligus monumen atas komimten SMSI menegukan spirit kebangsaan. Lima provisini yang Pokja Newsroomnya kita kukuhkan bukan program kaleng-kaleng. Karena mereka, dari lima provinsi ini telah memberikan bukti dengan program yang sudah dicanangkan SMSI,’’tegasnya.
Terkait dengan Provinsi yang akan dikukuhkan meliputi Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Bengkulu.
Langkah ini sebagai kelanjutan dari rangkaian pembentukan kepengurusan serupa yang telah dimulai di Bali pada awal Juli lalu, kemudian disusul oleh Lampung, Banten dan Kepulauan Riau.
Ketua Umum SMSI, Firdaus, telah mengonfirmasi bahwa pelantikan kelima pengurus provinsi tersebut akan dilakukan secara bersamaan dalam satu seremoni. 
Terkait dari agenda pengukuhan, Wakil Direktur Pemberdayaan Daerah SMSI Pusat, Drs Jayanto Arus Adi, MM mengungkapkan, setelah lima provinsi dikukuhkan di Hall Dewan Pers, dalam waktu tidak terlalu lama daerah-daerah lain akan serentak menyusul.
Jayanto Arus Adi, yang juga Ahli Pers Dewan Pers tersebut akui, keputusan untuk melakukan pengukuhan di tengah spekulasi informasi ‘’Rusuh Agustus Jilid II’’ menjadi sebuah pesan penting.
‘’Kami dan seluruh keluarga besar SMSI percaya rencana aksi unjuk rasa nasional memberi amunisi moral kegiatan ini. Justru bagi kami momentum sast ini sangat penting sebagai pembelajaran berbangsa dan bernegara secara lebih utuh,’’tambahnya.
Masih berelasi dengan dua giat yang momentumnya beririsan, yakni dilakukan pada 27 Agustus ini, Prof Dr Harris Arthur Hedar, SH, MH, CREL diktakan, SMSI lahir sebagai organisasi profesional, yakni yang berkhikmat di bidang media sadar uintuk memberikan kontribusi riil jaga demokrasi.
Menurutnya SMSI berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas nasional dan keutuhan negara, tanpa memiliki kapasitas untuk mencampuri atau menghalangi hak warga negara dalam beraspirasi. Melalui pengukuhan Pokja Jaga Desa ini, SMSI justru nyerukan pada seluruh pengurus dan anggotanya di daerah untuk tetap berdiri di koridor pers yang profesional dengan menyajikan informasi yang jernih dan berimbang di tengah situasi nasional yang dinamis. (MNN/rel)
Admin : waluyo
Sumber berita SMSI Pusat








