Diduga Jarang Ngantor, Kepsek SMA Negeri 3 Penukal Diminta Dievaluasi, Keuangan Sekolah Diaudit dan Guru-Siswa Minta Di Tes Urine.

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

SMA Negeri 3 Penukal yang berlokasi di Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan saat ini tengah jadi sorotan, bahkan dikeluhkan para wali siswa.

Pasalnya, dari informasi yang didapat, Kepala Sekolah yang memiliki tanggung jawab terhadap sekolah tersebut jarang masuk.

Keluhan itu disampaikan salah seorang warga setempat yang juga merupakan wali siswa SMA Negeri 3 Penukal.

Diakuinya, informasi tersebut didapatinya dari keterangan para siswa yang belajar disekolah tersebut.

” Banyak para siswa menyampaikan, bahwa keberadaan kepala sekolah SMAN 3 Penukal jarang berada disekolah,” ungkap wali siswa yang minta namanya dirahasiakan ini.Selasa (01/09/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, SMA Negeri 3 Penukal berada cukup jauh dari pusat pemerintahan sehingga pengawasan aktivitas di SMAN 3 Penukal sangat minim. Apalagi diketahui kalau sekolah setingkat SLTA merupakan tanggungjawab Pemerintah Provinsi.

“Jangan karena SMA sudah diambil alih oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, kemudian ada oknum kepala sekolah yang merasa bisa bekerja semaunya. Jangan mentang-mentang sekolah berada di desa yang jauh dari instansi terkait, lalu pengawasan menjadi longgar,” tegasnya.

” Persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut kehadiran kepala sekolah, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan pendidikan yang diterima para siswa,” imbuhnya.

Diceritakannya, menurut sepengetahuan dia, kepala sekolah dimaksud sudah cukup lama menjabat sejak SMA Negeri 3 Penukal berdiri hingga saat ini belum pernah terjadi pergantian kepala sekolah. Mungkin oknum kepala sekolah itu sudah merasa bosan, sehingga melakukan tugasnya semena-mena.

Dalam hal ini, katanya untuk kebaikan SMAN 3 dan kualitas pendidikan perlu diadakan pergantian Kepala Sekolah untuk penyegaran kepemimpinan.

“Mungkin sudah merasa jenuh menjadi kepala sekolah sehingga jarang berada di lingkungan sekolah. Karena memang sudah terlalu lama menjabat,” katanya.

” Kami para wali siswa minta agar segera dilakukan evaluasi. Kalau memang diperlukan, sebaiknya dilakukan penyegaran atau pergantian kepala sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia meminta Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel tidak menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di SMA Negeri 3 Penukal.

Ia mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel segera melakukan pemeriksaan terhadap kedisiplinan dan kinerja kepala sekolah, termasuk memastikan apakah yang bersangkutan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya.

“Kalau memang terbukti jarang masuk atau tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai kondisi seperti ini dianggap biasa dan berlarut-larut,” ucapnya.

Bukan cuma itu, melihat kinerja oknum kepala sekolah yang dinilai buruk tersebut, ia juga meminta Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan maupun aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran, mengaudit, dan penyelidikan terhadap pengelolaan keuangan di SMA Negeri 3 Penukal.

Permintaan audit itu disampaikan karena dirinya menilai dengan kinerja kepala sekolah demikian sangat berpotensi terhadap penyimpangan pengelolaan keuangan sekolah.

“Dengan adanya persoalan kepala sekolah yang diduga jarang ngantor, kami juga meminta pengelolaan keuangan sekolah juga diaudit, karena kuat dugaan telah terjadi penyelewengan,” katanya.

Tak sampai disitu, dirinya pun menyinggung permasalahan maraknya peredaran narkoba diwilayah tersebut sehingga tidak tertutup kemungkinan peredaran narkoba juga masuk di lingkungan pendidikan.

Menurut dia, bila peredaran narkoba sudah masuk ke lingkungan SMAN 3 Penukal maka hal itu sangat membahayakan peserta didik di SMAN 3 Penukal.

Karena itu, warga juga meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan melakukan tes urine terhadap siswa maupun tenaga pendidik di SMA Negeri 3 Penukal.

Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bentuk pencegahan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

“Tes urine perlu dilakukan. Bukan untuk menuduh siswa atau guru menggunakan narkoba, tetapi sebagai langkah pencegahan. Dengan adanya pemeriksaan seperti itu, lingkungan sekolah bisa lebih terkontrol,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar tes urine tidak hanya dilakukan di SMA Negeri 3 Penukal, tetapi diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten PALI.

“Sepengetahuan kami, belum pernah ada gebrakan seperti tes urine secara menyeluruh di sekolah-sekolah. Kalau dilakukan, tentu menjadi langkah positif untuk mencegah narkoba masuk ke lingkungan pendidikan. Setidaknya membuat oknum yang berniat menyalahgunakan narkoba berpikir dua kali,” tambahnya.

Disampaikannya lagi, ada beberapa permasalahan di SMAN 3 Penukal yang perlu mendapat perhatian Gubernur Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, yakni: Dugaan oknum kepala sekolah SMAN 3 Penukal jarang masuk, Dugaan penyelewengan pengelolaan keuangan SMAN 3 Penukal serta adanya dugaan peredaran narkoba masuk kedalam lingkungan SMAN 3 Penukal.

Sementara itu terkait pemberitaan ini, media ini belum berhasil mengkonfirmasi pihak SMA Negeri 3 Penukal.(Tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *