Hingga Diujung Bulan Kemerdekaan, Sumsel Masih Diselimuti Kabut Asap

Palembang,medianusantaranews.com- Dampak kemarau tahun 2026 di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) banyak yang timbulkan, membuat aktivitas warga terganggu. Selain panas terik yang membuat kekeringan sumber mata air, timbulnya debu beterbangan dan asap tebal mengancam kesehatan warga.

“Hingga dipenghujung bulan kemerdekaan di wilayah Sumsel masih terasa diselimuti debu dan asap tebal”, kata Nourma kepada wartawan (28/08/2026).

Warga yang ngaku asal Trenggalek Jawa Timur ini, merasakan untuk kemarau tahun 2026 ini sangat beda dengan kemarau ditahun-tahun sebelumnya. “Baru 2 bulan tak ada hujan hampir semua mata air sudah mulai mengering”, ujar lagi.

Masih menurutnya, bersyukur air dalam sumur gali kami masih ada, tapi debu beterbangan dibawa oleh angin hingga masuk dalam rumah dan bahaya lagi kabut asap yang terasa di mata pedih jarak pandang kalau pagi hari terbatas.

“Emangnya dimana saja dimana saja diwilayah Sumsel ini yang terjadi kebakaran yang asapnya sudah mengganggu pernafasan dan penglihatan kita”, ungkap ibu sekaligus menyudahi ceritanya.

 

Ditempat terpisah, Mardian yang sempat diminta komentarnya saat ikut mengantri BBM disalah satu SPBU dijalan Palembang-Jambi, dikatakan untuk saat sekarang ini masyarakat dihadapkan berbagai permasalahan.

Menurutnya, selain masalah Debu dan Kabut Asap, masyarakat kita diresahkan dengan sulitnya ngisi BBM dan transportasi jalan darat mengalami kemacetan.

“Yang jadi penyebab sulit untuk mendapatkan BBM di SPBU saat sekarang ini apa, kabarnya Sumsel bagian dari lumbung minyak, tapi buktinya kami hanya butuh BBM 2-4 liter saja harus rela ngantri berpanas-panasan dan berdebu serta berkabut asap”,ketusnya.

Viral di media sosial, bahwa pihak Pemerintah Provinsi Sumsel dan beberapa Pemkab dan Pemcam serta Pemdes telah melakukan Sholat Sunnah Istighosah mohon segera diturunkan hujan.

Belum bisa diprediksi sampai kapan kemarau ini dan kapan ada turun hujan. Hingga beritanya di tayangkan di media ini belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas terkait.(MNN/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *