NENINGGALNYA WANITA CANTIK, LC KING KARAOKE MUARA ENIM MASIH MENYISAHKAN MISTERI

Muara Enim
medianusantaranews.com

Meninggalnya seorang wanita cantik yang bekerja sebagai LC di Karaoke King Muara Enim Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim Rohma Yanti (31th) Warga Desa Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) pada Selasa (23/08/2022) sekitar pukul 03.00 WIB masih menyisahkan misteri.

Pasalnya dari foto yang beredar kondisi LC Karaoke King tersebut meninggal dengan kondisi hidung berbusa, ada bercak darah dipinggir mata, juga muka jenazah terlihat seperti bengkak.

Hal ini disampaikan aktivis Kabupaten Muara Enim Syerin Apriandi, terkait masih terpasangnya garis polisi di Karaoke King Muara Enim sejak dari hari kejadian.

Artijya kata Syerin, itu menunjukan pihak Kepolisian Polres Muara Enim masih terus bekerja mengungkap kasus kematian LC  Karaoke King Muara Enim.

” Mudah – mudahan pihak Polres Muara Enim secepatnya bisa menjawab rasa penasaran publik, karena selain ada dugaan korban meninggal dunia karena OD (Over Dosis), publik juga masih penasaran kapan dan dimana sebenarnya LC tersebut meninggal dunia,” Syerin mempertanyakan.

Lanjut Syerin, Karena kalau melihat dari kondisi jenazah korban  LC Karaoke King yang  beredar luas, tampak hidung seoerti ada mengeluarkan busa, juga ada penampakan bercak darah di pinggir mata, muka korban juga tampak sedikit membengkak.

” Ada apa dengan korban malang itu, kapan tepatnya dia meninggal, dan dimana ? apakah mungkin korban baru meninggal subuh itu, sementara keadaan jenazah korban yang heboh pagi itu tampak seperti sudah lama meninggal,” Dugaan Syerin.

” Apalagi ada keterangan saksi yang merupakan rekan korban, sesama LC Karaoke king, yang  sama sama bekerja di room yang sama mengatakan bahwa korban ketika sedang mabuk dibawa ke room khusus LC, Senentara rekannya itu setelah mengantar korban tetap melanjutkan menemani tamu. Lantas siapa yang merawat dan menjaga korban yang sedang mabuk itu” tutur Syerin.

Aktivis Muara Enim ini berharap agar teka teki meninggalnya LC Karaoke King Muara Enim ini segera terungkap karena menurut dia dari kondisi jenazahnya, di duga keras bukan baru meninggal melainkan ada yang di tutup tutupi pihak Karoke King, ini yang perlu dibuka terang benderang ke publik.

Syerin melanjutkan, dalam hal ini pihak Polres Muara Enim sudah melakukan langkah langkah yang tepat untuk memasang garis polisi di Karaoke King Muara Enim, bukan memasang perumahan Grand Citi Islamic center, Juga akam mengautopsi korban, untuk mengetahui penyebab dan kapan meningganya korban, selain memastikan korban meninggal dimana.

” Polisi memasang Line Polisi di Karaoke King agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, seperti menghilangkan barang bukti.

” Soal Line Polisi terpasang di Karaoke  King, itu sudah benar, itu di khawatirkan ada menghilangkan alat bukti ” tukasnya.

Masih kata Syerin, ada publik bertanya jika korban sudah meninggal dunia di Karaoke King, apakah masuk akal kalau jenazah tersebut dapat pindah sendiri ke Perumahan Grand Citi Islamic center, ataukah ada unsur kesengajaan pengaburan peristiwa oleh pihak King Karoke malam itu.

 

Foto: Kondisi korban semasa hidup dan setelah meninggal dunia

Syerin menambahkan, bahwa korban merupakan manusia, ada keluarga, juga menantikan keadilan atas meninggalnya korban. Tentunya pihak keluarga korban dan juga publik mengharap pihak Kepolisian Polres Muara Enim dapat mengungkap tuntas kasus kematian LC Karaoke King Muara Enim tersebut.

” Itu juga demi menjaga marwah Polisi yang Presisi, ” karena publik masih penasaran korban meninggal dimana, polisi harus ungkap secepatnya ” harapnya.

Lebih jauh, Syerin juga memaparkan bahwa  Pihak King Karoke Muara Enim terkesan sudah berbuat semena mena dengan memaksa terus beroperasi meski ada dugaan izin beroperasinya Karaoke King Muara Enim belum ada diterbitkan dari pemerintah,

” Justru menimbulkan asumsi liar, jangan seolah olah mentang mentang pemiliknya Anggota DPRD Muara Enim, aturan dapat di labrak ” Syerin menyesalkan.

Selain itu, lanjut Syerin lagi, ada dugaan juga pihak manajemen Karaoke King Muara Enim sudah mempekerjakan LC tanpa perlindungan sosial. Menurut dia, itu sudah melanggar hak asasi pekerja, apalagi korban merupakan perempuan, sudah selayaknya Komnas Perempuan atau Dinas PPA Kabupaten Muara Enim ikut turun menyelidiki.

” Jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh Karaoke King Muara Enim mohon hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, sebab Karaoke King Muara Enim selain belum memiliki izin, di duga keras menjual miras, mempekerjakan perempuan tanpa perlindungan, yang itu semua harus dipertanggung jawabkan di mata hukum” tegas Syerin.

” Selamat bekerja Pak Polisi ungkap apa yang sebenarnya terjadi, kami cinta Polisi,” tutup Syerin memberikan semangat pada Polisi yang menangani kasus itu.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus ini, pihak Polres Muara Enim belum dikonfirmasi (EA)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *