MEMASUKI HARI KE 4, TRUK PENGANGKUT BATU BARA DILARANG MELINTAS DI DESA KARANG RAJA – MUARA ENIM

Muara Enim
medianusantaranews.com

Penyetopan serta menyuruh putar balik angkutan batubara yang melintas di Desa Karang Raja Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim memasuki hari ke 4.

Pantauan media ini langsung ke lokasi, nampak masyarakat Desa Karang Raja tetap menjaga di jalan lintas untuk melakukan penyetopan mobil angkutan melintas di jalan raya umum desa Karang Raja.

Penyetopan ini dimulai sejak beberapa hari yang lalu, berawal dari adanya tumpahan batubara yang berhamburan di jalan lintas Dusun  5 Desa Karang Raja.

Dalam melakukan penyetopan angkutan batubara, terlihat kekompakan masyarakat Desa Karang Raja silih berganti terus berjaga di pinggir jalan menunggu kalau ada mobil angkutan batu bara yang masih melintas.

Bukan cuma itu, warga Desa Karang Raja juga membantu secara swadaya terhadap warga yang berjaga dengan memberikan minuman air mineral, kopi dan makanan ringan.

Penyetopan angkutan batubara yang melintas dijalan umum desa Karang Raja ini bukanlah sekedar gertak namun bisa memantik keributan bila sopir tronton angkutan batubara tetap saja mencoba melintas.

” Pada malam ke 3 dini hari berkisar pukul 02.30 WIB pernah ada mobil tronton mengangkut batubara yang berasal dari Tanjung Enim menuju Muara Enim membandel tetap ingin meintas di Desa Karang Raja, namun warga Desa Karang Raja tetap saja memerintahkan sopir tronton batubara untuk putar balik” tutur salah seorang warga desa Karang Raja saat tengah berjaga jaga menghadang tronton pengangkut batubara

” Ternyata setelah ditanya sopir tronton pengangkut batubara tersebut berasal dari transportir PT Tera, yang mengangkut batubara dari PT MME,” tambahnya

Sopir tronton pengangkut batubara itupun  sempat kesal kepada perusahaan tempat ia bekerja masih memerintahkan mengangkut batu bara melintas di desa Karang Raja, padahal sudah tahu ada larangan melintas, namun masih saja disuruh melintas.

“Ngapo pulo sudah tau dak boleh melintas masih pulo kami di suruh lewat.”ucap dia menirukan perkataan sopir tronton.

Dirinya bercerita, ingat pada puluhan tahun lalu ketika di jalan umum desa Karang Raja belum ada konvoi tronton angkutan batubara, jalan sepih, tenang serta tidak pernah macet seperti saat ini.

Saat itu, warga desa Karang Raja sering saat sore hari sering duduk di pinggir jalan ngobrol ngobrol kosong..Tapi kalau sekarang kalau duduk di pinggir jalan bisa kita di hantam truk angkutan batubara.

Dia juga bersyukur karena selama kegiatan penyetopan tronton batubara tidak ada warga yang bertindak anarkis.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *