Rakor Bahas Kerusakan Jalan dan Genangan Permukiman di Kecamatan Tungkal Ilir

Banyuasin,medianusantaranews.com- Jalan rusak dan permukiman warga dibeberapa Desa dalam wilayah Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang sudah berlangsung lebih dua pekan akhir Nopember 2022 ini jadi topik pembahasan dalam rapat koordinasi forkopimcam serta perusahaan yang operasionalnya di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir yang diselenggarakan di Pendopoan Kecamatan (18/11/2022).

Acara tersebut dipandu langsung oleh Sekcam Tungkal Ilir, Seman, SPd. MSi dan dihadiri para Kades, Pemilik Perusahaan, Tokoh masyarakat termasuk para Pengguna Jalan dalam rangka membahas penanggulangan kerusakan dan permukiman yang tergenang dalam wilayah Kecamatan Tungkal Ilir.

Kesempatan itu juga hadir Camat, Sekcam, Kapolsek, perwakilan dari Pt. Campang Tiga, PT. Cahaya, PT. BJB, PT. Hindoli Stal, PT. CCL Pertamina, PT. Samo, Ketua Forum Kades beserta para Kades juga Pengurus BPD Se-Kecamatan Tungkal Ilir.

Pada intinya arahan Camat Tungkal Ilir Yudianto Iwan Kurniawan, S.Sos mengajak semua jajaran dan menindaklanjuti bencana alam yang sedang menimpa wilayah Kecamatan Tungkal Ilir mengenai jalan desa terputus serta genangan air merendam desa yang belum ada solusi jalan pembuangan genangan air.

Maka kami mengundang untuk berdiskusi mencari solusi, karena pemerintah desa dan BPD tak mampu menanggulangi, jalan menuju ke desa-desa terputus, sedang permukiman warganya tergenang air sudah lebih dua pekan ini belum juga surut.

Ditambahkan Yudi, seyogiyanya Bupati kita terkait permasalahan di Tungkal Ilir beliau ingin meninjau langsung ke lokasi, namun waktunya tak ada beliau berjanji untuk pelan depan minta jadwalnya dan yang diperhatikan di Dusun 6 Tritunggal sebagai pintu masuk ke Tungkal Ilir ini harus diprioritaskan.

“Kita sudah ada jalan poros yang di corbeton oleh pemerintah, tapi jalan ke desa-desa yang menjadi kendala, karena rusak parah terutama Mukut laut di SP1, SP2 dan SP3 jalan terputus dan genangan air tidak ada saluranya”, ungkap Camat sembari diharap kepedulian pimpinan perusahaan atau yang mewakili kepedulianya, karena Permasalahan di Tungkal Ilir sudah dalam bencana.

Tokoh fokal Tungkal Ilir, Abah geger juga jadi Ketua forum perbaikan jalan swadaya pada intinya menjelaskan sejak dari 2016 sampai sekarang pengurus forum yang diketuainya ini tidak ada honor. Ini karena hati kemanusiaan, maka kami butuh kekompakan semua pihak, berpartisipasi untuk melakukan perawatan jalan dan berbenah agar transportasi bisa jadi lancar.

Mantan anggota DPRD Banyuasin ini awalnya untuk memperlancar transportasi yang ketika itu masih jalan tanah kami mencari pinjaman modal untuk membeli material berupa batu koral kemudian terkumpul dana.

Lanjut beliau menjelaskan, setelah ada jalan cor yang peduli membayar di portal semakin berkurang, padahal banyak di Tungkal Ilir saat yang memakai mobil Profit, tapi yang peduli dengan yang diportal yang sudah disepakati itu justru menurun. Kami berharap kepada para kades jika melintas supaya turun mampir ke portal dan menanyakan apakah warganya siapa-siapa yang tidak mau bayar.

Padahal dana yang kami himpun dari portal itu kembali yang menikmati bapak-ibunya yang punya kendaraan dan punya kebun luas juga pengelola perusahaan, maka kami pengurus pengelola portal berharap ada kepedulianya agar untuk perawatan jalan kita bisa nyaman dilalui.

Yang diherankan Abah Geger, boleh percaya boleh tidak diduga dijalan Tritunggal antara Simpang Tiga sejauh lebih kurang lebih hingga pangkal jembatan ada hantu dijalan Tritunggal sebab setiap saat ditimbun koral tapi tak lama batunya hilang dan sebenarnya justru kalau jalan itu rusak terus kasian bagi warga yang sadar membayar, sindirnya.

Diuraikan Abah Geger untuk upaya perawatan ruas jalan yang mendapat jatah dari Pemkab Banyuasin, bahwa pengurus portal terutang Rp 60 an juta. Utang itu untuk menimbun jalan yang sering tergenang di Tritunggal, maka saat ini pengurus portal tekor Rp 90 an juta, namun tidak putus asa tetap semangat untuk melakukan usaha kemanusiaan ini, Maka diharap kerjasama semua perusahaan supaya tertib bayar agar perawatan jalan supaya tetap terjaga. Yang kami butuhkan untuk perawatan jalan itu berupa batu koral dan alat berat untuk meratakan kondisi jalan, tukasnya.

Ditempat yang sama Kapolsek Tungkal Ilir, Iptu R Panji Nugroho yang inti arahnya diskusi permasalahan kerusakan jalan di Tungkal Ilir dan Llenyapnya koral itu agar tertata dengan baik kita butuh konsultanya, sebab konsultan itu memiliki skill terkait material semacam itu agar tidak mudah rusak dan pihak PT sudah ada kepedulian tetapi jangan hanya pada zonanya saja, karena masalah di Tungkal Ilir ini sudah tergolong bencana. Maka mana yang lebih orgen perlu dikerjakan bersama-sama dan pihak Polsek siap bantu apapun yang dibutuhkan oleh pihak PT dan masyarakat Tungkal Ilir.

Iptu Panji mengajak semua pihak peduli pada kondisi saat sekarang dialami warga Tungkal Ilir khususnya yang jalanya rusak dan Desanya tergenang hingga saat ini masih belum surut agar perusahaan yang ada dikerahkan di satu lokasi yang urgen seperti di Karang Agung dan Mukut Laut serta desa Keluang Bentayan.

Selain kita usulkan ke dinas baik di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel bahkan dari Dinas di Pusat, para Kades dan Perusahaan yang peduli bekerjasama, sehingga bencana yang dialami masyarakat Tungkal Ilir cepat teratasi.(MNN/CW-roni)

Editor : waluyo

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *