Muara Enim,medianusantaranews.com– Jadi pemandangan yang tidak nyaman jika melintas di ruas jalan Palembang-Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, karena harus pandai bersabar lantaran perjalananya terganggu akibat terjadi kemacetan yang buat kejenuhan, sebab sampai puluhan kilo meter.
Re, dari kalangan sopir ekspidisi tujuan Lahat yang sempat berbincang dengan media ini (19/3/2023) dikatakan jika melintas diruas jalan ini, kalau tidak bersabar hati bisa setres sendiri, apalagi saat melintas yang bertepatan dengan jam lintas Kereta Api pasti kemacetan panjang seperti yang terjadi saat ini, jelasnya.
Waktu terparah macet biasanya terjadi pada pukul 17.00 wib sampai pukul 18.30 WIB dan penyebabnya selain rekan-rekan pengemudi suka menerobos jalur lain bahkan masuk jalur lawan dan diperparah lagi aktivitas petugas Kereta Api di Pos Jaga menutup plang jalan waktunya terlalu lama, padahal posisi Kereta Api masih jauh.
“Masih untung ini terlihat ada anggota polisi di titik lokasi dan dikawasan macet, biasanya jika tidak ada polisi disana bisa satu hingga dua jam menikmati kemacetan di ruas jalan ini, padahal pintu pelintasan sudah dibuka oleh petugas, hal itu akibat pengemudi berebut ingin saling mendahului”, ungkapnya.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Gelumbang, Iptu Rendy Novriandy yang sempat diajak bincang kemarin. Rendy juga menambahkan banyak faktor penyebab kemacetan di pintu jalan pelintasan KAI, selain kurangnya disiplin para pengemudi juga dampak kinerja petugas pos jaganya yang terlalu keburu-buru, padahal kereta api yang akan melintas waktunya masih lama, maka terjadi penumpukan kendaraan, tutupnya.
Sementara petugas jaga yang tak disebutkan namanya itu yang sempat diminta komenya dikatakan, kalau kami tugas ditempat hanya berdasarkan perintah pimpinan, bila kami sudah diintruksikan untuk menutup pelintasan Kereta Api itu wajib hukumnya dilaksanakan.
“Kami tidak boleh menolak perintah pimpinan, karena jika terjadi musibah dilokasi pelintasan itu bukan nama kami sebagai petugasnya yang tak baik, namun perusahaan tempat kerja kami pun ikut rusak namanya, terangnya sembari menampik isu jika penyebab macet dan laka itu sumbernya termasuk petugas pintu pelintasan KAI ini ikut dilibat-libatkan.(MNN/waluyo)








