Keluang,medianusantaranews.com- Miris memang jika langsung melihat dan melintas diatas badan jembatan yang terbuat dari batang kelapa yang membentang sepanjang sekira 12 meter dan lebar 6 meter itu ada di jalan poros Desa Sidorejo Ekstran A6 ke Ekstran A7 Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan patut ekstra berhati-hati, Pasalnya, kondisi badan jembatan itu bisa mengancam.
Temuan kondisi badan jembatan yang terkesan kurang dapat perhatian dari pihak Dinas terkait termasuk dari Pj. Bupati Muba H Apriyadi yang sekarang ini sedang berusaha bisa dekat dengan warga, mungkin sedang lupa bahwa ada satu jembatan dalam kondisinya sangat memprihatikan dan tidak sesuai langkah pak Pj. Bupati Muba yang sedang getol bersosialisasi untuk menciptakan selain untuk diridiseluruh lapisan masyarakat
Ar (35) warga setempat yang berbincang dengan wartawan media ini ketika itu mengatakan bahwa badan jembatan itu jika hanya dilintas jenis kendaraan roda dua atau roda empat pun yang bebanya tidak berlebihan dan dalam kondisi tidak hujan ya tidak berbahaya, tapi jika ada hujan dan kendaraan melintas dengan beban berat tidak lebih 5 ton tentunya tidak begitu berisiko.
Ibu yang ngaku setiap harinya melintas berangkat dan pulang dari kebun, walau hanya naik motor, apabila habis hujan ya ada rasa ngeri-ngeri melintas diatas badan jembatan tersebut, karena licin.
“Memang selama ini belum dengar dari jembatan ada kecelakaan yang patal, tapi mumpung ada korban jiwa akar segera dibuat jembatan permanen”, harap ibu seraya menambahkan kan Muba ini kaya tentunya enteng kalau membangun satu badan jembatan disitu.
Via ponselnya Zainuri Kades A7 Cipta Praja saat diminta mengomentari terkait jembatan yang dibangun menggunakan bahan baku dari batang kayu kelapa dikatakan lokasi jembatan itu berada di Desa Sidorejo Ekstran A6, memang yang melintas setiap hari tentunya warga A7 Desa Cipta Praja, karena itu jalan poros satu-satunya.
Masih kata Kades, sebenarnya masalah jembatan panjang sekitar 12 meter dan lebar 6 meter itu konon katanya sudah dianggarkan dan akan dibangun Pemkab Musi Banyuasin dan akan direalisasikan tahun anggaran 2024. 
Waktu itu lanjut Kades ada Dam Truk yang melintas diatas jembatan darurat mengangkut material bangunan berupa batu koral untuk pengecoran jalan Desa di Cipta Praja, karena tidak jalan lain, terpaksa melintas diatas jembatan itu.
“Saat ini sudah datang musim penghujan tentu pengguna jasa jembatan itu kudu waspada dan berhati-hati, sebab bahan bangunan jembatan itu dari kayu yang tidak dijamin kualitasnya dan sifatnya darurat”, ungkap Zainuri Kades A7 Cipta Praja.
Namun disayangkan, terkait perihal saat dikonfirmasi no kontak Camat Keluang, Yugo Falintino, SSTP, MSI yang ada saat dihubungi untuk dimintai mengomentari kondisi jembatan yang ada dijalan Desa Sidorejo menuju Desa Cipta Praja sudah membahayakan dan bisa mengancam keselamatan warga, dari Camat masih juga tidak ada jawabanya.
Terkait masalah jembatan darurat yang ada di Desa Sidorejo, pihak Pemerintah Desanya hingga beritanya ditayangkan di media ini belum ada yang diminta untuk mengomentarinya.(MNN/waluyo).








