Proyek 3 M PUPR Provinsi Lampung Rusak Lagi, Masyarakat : ” Lampung Masih Keramat Buat KPK “

Lampung Timur, medianusantaranews.com

Proyek cor beton ruas jalan Metro – Tanjung Kari tahap kedua di duga kuat asal jadi dan sarat penyimpangan. Hal ini di utarakan oleh anggota tim investigasi Lembaga Palapa Sakti Nusantara Pemersatu Bangsa ( LPSN – PB ), Abdul Azis.

” Proyek cor beton senilai 3 Milyar di kerjakan oleh CV Pendawa Lima, kini keadaannya penuh dengan retakkan. Dugaan kuat ada permainan monopoli pekerjaan, sebab tahap kedua dan tahap pertama ini memiliki alamat yang sama meskipun beda badan usahanya.” Tuturnya saat di temui di lokasi, 13/02.

” Indikasi kuat juga sarat penyimpangan, sebab menurut para saksi banyak keganjilan di lapangan, tapi itu masih kita dalami, setelah semua keterangan kita dapat nanti kita laporkan ke penegak hukum.” Ungkap Azis lagi.

Pantauan awak medianusantaranews.com, memang sangat banyak terjadi keretakan di lokasi ruas jalan provinsi, Metro – Tanjung Kari tahap kedua ini. Padahal, masyarakat setempat mengatakan pekerjaan itu belum lama ini di selesaikan.

Dugaan lainnya, adanya beberapa elemen dalam tahap pengecoran yang tidak di gunakan padahal sudah tercantum dalam rencana kerja.

” Ada besi yang di sulap mereka pak, padahal setahu kami besi tersebut fungsinya sangat penting.” Kata salah seorang warga sekitar lokasi pekerjaan.

” Sebenarnya sudah di ingatkan, karena jalan lintas ini kan di lalui oleh mobil bermuatan berat. Tapi sepertinya mereka mengacuhkan, Yang kita heran kok KPK sepertinya menganggap Lampung ini keramat apa ya ? Banyak pemberitaan kok enggak ada penyelidikan ke Lampung.” Timpal salah satu warga lagi.

Para tukang yang dulunya turut mengerjakan pekerjaan itu setelah di temui awak media juga mengatakan jika dalam proses awalnya lahan dasar tidak pernah ada pengerasan.

” Setahu saya enggak ada pengerasan, jadi kemungkinan retak – retak itu akibat lahan dasar bergeser.” Ujar salah satu Tukang yang turut mengerjakan pekerjaan tersebut dari awal.

( Ali/Dhit )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *