Diduga Pelayanan RS.Asy-syifa Bobrok,Sanjaya:Nenek Divonis Dokter Umum Pembengkakan Jantung Dikasih Obat Parasetamol

Tulang Bawang Barat, Lampung

MedianusantaraNews.com-Pelayanan rumah sakit Asy-syifa Medika yang berada ditiyuh Daya Asri kecamatan tumijajar kabupaten Tulangbawang barat diduga bobrok dalam menangani pasien.
Pasalnya,warga tubaba yang merupakan salah satu keluarga pasien mengeluhkan atas pelayanan dokter Rumah sakit Asy-syifa hal itu terjadi saat Sanjaya warga tiyuh Tirta makmur kecamatan Tulangbawang tengah kabupaten Tulangbawang barat mengantarkan salah satu keluarganya untuk mengobati penyakit yang diderita oleh neneknya.

“Kami tidak puas dengan pelayanan dokter rumah sakit ini,masak nenek saya belum diketahui hasil uji Lab atau ronsen sudah divonis dokter umum berinisial NI pembengkakan jantung.dia yang periksa(NI), kan seharusnya dokter medis penyakit dalam,apalagi pas hari kedua Jum’at sore dirawat nenek saya tidak sadarkan diri(pingsan)malah yang menanganinya seorang perawat saja.dokter umumnya itu gak ada lagi saya cari-cari,alasannya lagi pulang mandi,”Kata Sanjaya kepada medianusantaraNews.com.pada Minggu(30/9/2018).

Bahkan lanjut Sanjaya,dalam jangka waktu dua hari selama neneknya dirawat dirumah sakit tidak ada perubahan sama sekali saat ditangani oleh petugas rumah sakit Asy-Syifa Medika tersebut.bahkan dalam memberikan racikan obat pun hanya diberikan obat yang menurutnya tidak sesuai atau obat warung.

“Masuknya malam Jum’at sampai sekarang Anehnya Gak ada perubahan,udah itu disuruh pulang oleh dokter umum berinisial NI.kan ini belum membaik kok sudah disuruh pulang.kata dokter itu ikutin aja anjuran saya karena saya dokter tau keadaan pasien dengan nada tinggi bahasanya NI seperti itu.maksud kami kalau tidak mampu atau tidak sanggup ya dirujuk kemana gitu kan enak ini malah disuruh pulang pasien dalam keadaan masih terpuruk.lebih parahnya lagi racikan obat yang diberikan oleh dokter umum tersebut hanya obat warung seperti parasetamol.orang divonis dokter umum itu pembengkakan jantung dikasih obat parasetamol kan gak ngerti saya apa maksudnya,ya kita ikutin aja resep dokter umum itu,”Kata Sanjaya dengan nada geram.

 

 

Sanjaya sangat kecewa atas pelayanan rumah sakit Asy-syifa tersebut karena menurutnya keadaan neneknya belum membaik sudah diperintahkan untuk pulang oleh dokter umum tersebut.

“Kami keluarga tidak terima sebenarnya kalau di suruh pulang begitu saja sedangkan kondisi nenek saya masih kurang membaik, kalau pun di sarankan pulang seharus nya kami di konfirmasi terlebih dahulu jangan asal di suruh pulang begitu saja,”Keluhnya.

Setelah keluar dari rumah sakit tersebut pada hari Sabtu malam sekitar Pukul. 19.30 wib lanjut Sanjaya,hasil kesepakatan keluarga maka pasien dibawa ke salah satu klinik yang berada Dikabupaten tubaba.

“Kami langsung pindahkan nenek ke klinik pulung kencana.langsung dilayani dengan baik,diambil sample darah dan hasilnya berbeda dengan diaknosa dokter umum Asy-Syifa yang sudah memvonis pembengkakan jantung.hasil dari klinik Pulung kencana gejala penyakit yang di derita nenek saya yaitu gejala tipes dan kolesterol tinggi.kami akan tunggu hasil lab dari Asy-syifa besok.kalau pun tidak benar dengan diaknosa yang dikatakan oleh dokter umum itu maka kami akan ambil langkah hukum,”Jelasnya.

Saat dihubungi Dr.umum berinisial NI tersebut tidak bisa memberikan keterangan lebih jelas terkait keluhan keluarga pasien tersebut.

“Kalau mau konfirmasi silahkan hubungi pak Edi selaku direktur rumah sakit.saya belum bisa kasih jawaban sebelum ada persetujuan dari pak Edi,”Kilahnya Dokter NI tersebut.

Sementara, Direktur rumah sakit Asy-Syifa medika Edi Anwar mengatakan bahwa apa yang sudah diberikan pelayanan terhadap pasien tersebut sudah sesuai Standar Operasional Pelayanan.

“Sudah sesuai SOP apa yang sudah diberikan kepada pasien,gak mungkinlah itu pasien masih keluargaku itu mas satu kampung,orang lain aja kita layani dengan baik,”Ucapnya.

Saat disinggung terkait obat-obatan yang diberikan kepada pasien seperti obat parasetamol tersebut Ia mengatakan itu perintah dokter spesialis kepada dokter umum tersebut bahkan apa yang menjadi penegasan dokter umum dalam keadaan pasien yang dirawat sampai dianjurkan pulang semua itu perintah spesialis meskipun melalui komunikasi saja.

“Ya itu sudah perintah dokter spesialis kepada dokter umum itu.kalau masalah vonis pembekakkan jantung itu hasil foto ronsen dari dokter spesialis radiologi.kalau pun dianjurkan pulang atau obat yang diberikan dia itu(dokter umum)memang sudah perintah spesialis nya.jadi hal ini saya minta maaf kepada keluarga pasien atas ketidaknyamanan kami,ya kalau berkenan kami berharap bisa dimaafkan.apapun masukan dari pasien itu sebenarnya untuk kebaikan kami dirumah sakit,”Ujarnya.(Reki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *