LATIHAN MENGENDARAI MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI

MedianusnataraNews.com,
TULUNGAGUNG – Demi meningkatkan kesadaran berlalulintas dan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, Satuan Lalu Lintas, Polres Tulungagung, Jawa Timur mengharuskan warga masyarakat yang mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) C mengikuti tes mengendarai motor.

Agar warga dapat mengikuti tes mengendarai motor tanpa jatuh, Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung di Unit Pengurusan SIM, memberikan latihan setiap hari Selasa dan Jumat, pukul 14.00 hingga usai.
Sudah menjadi rahasia umum, mengurus SIM C di Polres Tulungagung itu harus telaten dan mengikuti tahapan-tahapan yang ada, diawali tes pemahaman UU Lalu Lintas dan menguasai rambu lalu lintas, serta mengikuti tes mengendarai motor, bagi yang gagal atau belum lulus diberikan kesempatan mengulang dan diberikan waktu untuk latihan. Sehingga dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan waktu dan tenaga.

Menurut pengalaman Erna (40) warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, dirinya merasa senang akhirnya memiliki SIM C setelah mengikuti tes mengendarai tanpa jatuh. Itu semua berkat latihan yang diberikan oleh Pak Polisi setiap Hari Selasa dan Jumat.
“Senang sekali mas bisa lulus dengan usaha dan perjuangan sendiri,: kata Erna kepada newstulungagung.
Erna juga menceritakan dirinya yang sudah mengulang ujian sebanyak 3 kali, namun dirinya aktif mengikuti latihan yang memang dibuka untuk pemohon yang belum lulus. “ Ya mas setiap Selasa dan Jumat, pukul 14.00 wib, di gelar latihan mengendarai motor bagi yang belum lulus, semua pengajarnya telaten mengajari agar semua bisa lulus,” ceritanya.
Kondisi yang nyaris sama dialami Joko (20) tahun warga Desa Kalidawir ini, dirinya saat mengikuti ujian Jumat, 2 November 2018, harus dihadapkan pada kenyataan belum lulus. Namun dia berjanji akan aktif mengikuti latihan yang dilaksanakan setiap selasa dan jumat. “ Karena belum lulus, ya harus ikut latihan setiap Selasa dan Jumat mas,”katanya.

Suara warga masyarakat Tulungagung mengapresiasi adanya latihan bagi peserta ujian SIM C selama dua hari dalam seminggu, bagi peserta yang belum lulus.
“Sangat membantu sekali mas, dengan ikut latihan kan menjadi tidak grogi lagi saat ujian sesungguhnya,” kata Rina (35) warga Kelurahan Kepatihan. Selain Rina, sikap yang sama juga disampaikan Tono (45) warga Pagerwojo juga mengapresiasi sistem ujian SIM yang telah dilakukan sekarang. “ Semoga yang ada sekarang bisa dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi,” katanya.(Hai)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *