@Jeritan Hati Istri Wartawan”TULANG PUNGGUNG ITU PERGI SELAMANYA”

@Irisan Hati Istri Wartawan
“TULANG PUNGGUNG ITU PERGI SELAMANYA”

Medianusantaranews.com, Lampung Tengah, Lampung-Rahasia Allah tidak ada yang tahu. Rezeki, jodoh bahkan mautpun tidak ada satu manusia yang tahu.

Dalam kehidupan tentu banyak cobaan yang dihadapi, pahit getir, asam manis dunia fana ini acap kali hinggap dan menyergap. Datang, hilang dan pergi pasti akan dirasakan oleh setiap anak manusia di muka bumi ini.
Perasaan yang paling menyedihkan ketika kehilangan seseorang yang kita cintai. Ikhlas, tidak Ikhlas, terima atau tidak terima, kita harus merelakan kepergian yang sudah ditentukan karena semua itu takdir dari Sang Maha Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Meski harus ikhlas dan tegar, namun tetesan air mata tidak mampu dibendung, hati teriris menyayat hingga menusuk jantung. Seakan nafas terhenti, nadi tak berdenyut lagi, suara tercekat, diam membisu dan pasrah atas kehendak ilahi. Hal itu yang terungkap dan dirasakan Maryatul Hasanah (29), istri dari saat almarhum Tursiman, Wartawan Media Nusantara Kabupaten Lampung Tengah, saat menceritakan kenangan hidupnya bersama almarhum, dengan mata berkaca-kaca, di kediamannya Desa Sendang Agung Rabu (28/11) lalu.

Ia mengatakan karakter suaminya selalu tertutup dengan masalah dalam pekerjaannya, namun Almarhum sangat sayang keluarga.

“Mas Tursiman Orangnya baik, dia sayang sama anaknya, apa keinginan anaknya sedapat mungkin diupayakannya. Kami tak menyangka bisa secepat ini ninggalin kami”, ucap Maryatul Hasanah, dengan air mata yang terus mengucurkan yang tak mampu dibendung olehnya.

Dijelaskan Maryatul, tujuh hari dan dua hari sebelum almarhum meninggal, Ia menitipkan pesan kepadanya agar dapat menjaga buah hatinya yakni M.Hafis Saputra (5). Pesan yang disampaikan Almarhum itu selalu diingatnya hingga tidak bisa melepaskan kesedihan sampai saat ini.

“Pesan Almarhum 7 hari sebelum meninggal dia minta jaga anaknya, begitu juga 2 hari sebelum meninggal mengulangi ucapan atau pesan itu lagi,” ujarnya.

Ditambahkannya, terkait persoalan pekerjaan, almarhum memang tertutup, tidak pernah dia membahas pekerjaannya.

“Cuma terakhir almarhum hanya mengatakan kepada saya, jika terjadi sesuatu atas resiko pekerjaannya selaku wartawan agar segera berkoordinasi dengan Pimred Media Nusantara. Jadi masalah ini kami serahkan sepenuhnya kepada Media Nusantara,” katanya.

“Mas Tursiman adalah tulang punggung kami tapi sekarang sudah pergi untuk selamanya, sedih benar Almarhum meninggalkan saya dan anaknya yang masih kecil, Faktor ekonomi yang seperti ini kami hanya pasrah dan memohon kepada Allah SWT agar diberi kekuatan menjalani hidup ini, dan semoga Almarhum diterima amal ibadahnya,” ucap Maryatul lirih dengan bibir gemetar dan linangan air mata.

Cerita haru istri Almarhum Tursiman ini menjadi goresan ratapan kesedihan keluarga besar MNN Grup, terlebih saat Hairuddin HS, SE selaku Pimpinan Redaksi Media Nusantara didampingi Indra Jaya, SH Kuasa Hukum Media Nusantara dan Rekan-rekan Wartawan MNN Grup Hj.Miswati dan Yuliati,AS, M.Pd.I, ketika berkunjung, berbelasungkawa dan bersilahturrahim kepada keluarga besar Almarhum Tursiman.

“Bersilahturrahim dikediaman Almarhum sembari memberikan tali asih, meskipun tidak besar itu rasa cinta kami terhadap Almarhum terlebih untuk keluarga yang ditinggalkan. Kita semua bersedih,” ucapnya.

“Faktor ekonomi keluarga almarhum Tursiman butuh uluran dari kita semua, terutama kelangsungan hidup anak dan istri Almarhum ini akan menjadi perhatian kita,” kata Hairuddin.

Menyinggung permasalahan atas arogansi dan intimidasi oknum camat Sendang Agung Pursulistyanto sehari sebelum Almarhum Tursiman meninggal, Hairuddin mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang sudah dikoordinasikan kepada Kuasa Hukum Media Nusantara.

“Permasalahan itu sudah diserahkan keluarga Almarhum kepada kami, Insya Allah akan kami tindaklanjuti. Kami harap pemerintah daerah kabupaten Lampung Tengah, bisa Prihatin dan mengambil langkah tegas terhadap Oknum Camat tersebut, sehingga nawacita pembangunan Kabupaten Lampung Tengah tidak dirusak oleh Oknum yang berperilaku arogan itu,” tegasnya.(Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *