12 Bulan Tak Terima Hasil, Kehidupan Anggota Plasma KMA-TA Kian Memprihatinkan


Banyuasin, MNN- Kondisi kehidupan Masyarakat Desa Tabuan Asri Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini makin hari kian memprihatinkan, Pasalnya, jadi anggota petani plasma yang dikelola melalui Koperasi Mitra Asri (KMA) yang bermitra kerja dengan Pt. Hamita Utama Karsa (HUK) selama 12 bulan tahun 2019 ini terancam tidak menerima hasilnya.


Sekitar 300 anggota petani plasma di Desa Tabuan Asri itu yang seyogiyanya dari tahun 2012 sudah bisa menikmati hasilnya sebagai petani kelapa sawit melalui wadah KMA yang bermitra dengan Pt. Huk,namun buktinya sudah 11 bulan tahun ini tidak menerima sepeserpun dari hasil kebun plasma.
Yang lebih mirisnya lagi, buah sawit yang ada dikebun plasma itu setiap hari dipanen dan dikelola melalui menegemen Pt. HUK yang konon kabarnya lahan seluas sekitar 524 hektar sudah menghasilkan buah sawit yabg dipanen setiap bulanya mencapai puluhan bahkan ratusan ton, tetapi buktinya sudah 11 bulan tahun 2019 ini tetap tak terima hasilnya, mungkin dimakan Dajal, ucap Sutar salah satu anggota plasma yang sempat berbincang dengan wartawan media ini beberapa waktu yang lalu.

Dari data yang dikutip yang menyebabkan petani plasma di Desa Tabuan Asri itu dalam hitungannya jumlah utang di Bank belum termasuk bunga 12 persen berjumlah sudah Rp 52.000.000.000  dengan luas lahan yang diajukan oleh Pt. HUK 574 ha padahal luas lahan yang ada hanya 524 ha, sehingga diduga ada lahan fiktif 50 ha. Sejak tahun tanam 2012 hasilnya tidak ada. Jika tanaman itu kita estimasikan sejak berbuah ditahun 2016 per hektar 1 ton dihargakan Rp1000, maka Rp1000 x 1000 kg x 12 bulan x 50 ha = Rp 600 juta/tahun. Jadi kalau sampae akhir tahun 2019 ini nilainya bisa Myaran Rupiah dana yang hilang tak jelas, imbuh Nasrokah salah satu keluarga peserta plasma.

Terkait hal terrsebut justru mantan Ketua KMA-TA Untung Riyanto justru dilaporkan kepihak berwajib dengan dalih menghasut anggota dan hasil pemeriksaan petugas saya melanggar IT karena menghasut para pemilik plasma di WA untuk melawan Pt. Hamita. Berikutnya kata Untung, dirinya dituduh menyetop kegiatan perusahaan di plasma sehingga perusahaan dirugikan. Padahal penyetopan hasil rapat bukan ide saya dan di KUD yang menjadi keputusan adalah suara anggota, namun Pt. Hamita berusaha agar saya dipenjarakan sebab saya dianggap yang membuka kecurangan perusahaan. 

Dihadapan pemeriksa dari kepolisian Banyuasin, saya buka semua bukti-bukti dan akhirnya dipahami isinya dan mengerti bahwa saya berniat baik membela hak anggota plasma, mereka berjanji membantu kita untuk memberi pemahaman kepada atasannya atas masalah yang sebenarnya sehingga menjadi penyebab para pemilik plasma berujung melaku demo saat itu, tutup Untung.

Permasalahan anggota plasma KMA-TA sudah hampir 12 bulan tidak terima hasil itu ketika dikonfmasikan kepada ketua Pengurus KMA,Marzumi melalui wakil Ketua Yogi dinatakan mohon doanya atas usaha kami, semoga akan membuahkan hasil. Semua berproses dan proses membutuhkan waktu, saat ini kami benahi kebun dan meminta sesuai yang anggota minta, jujur jika soal hasil saya pribadi pun sangat berharap bos, jawabnya.


Sekali lagi kami pengurus KMA-TA fokus untuk membenahi kebun, berikutnya bagaimana anggota mendapatkan hasil dan akhirnya meneruskan soal yang sudah sampai Pemkab Banyuasin, sesuai hasil rapat di Pemkab ketika itu bahwa perusahaan dan koperasi sudah sama-sama mengajukan surat ke Bank Cimniaga untuk mendatangkan KJPP, maka kita tinggal menunggu waktu kapan KJPP bisa hadirnya.

Masih kata Yogi, sekali lagi mohon suportnya sangat kami harapkan, saya hanya pribadi yang banyak kekurangan serta masih belajar dan belajar, Insya Allah semua ada solusinya saya yakin 100 persen karena Allah SAW memberikan beban mepada kami pengurus KMA tentunya semua pasti bisa menyelesaikan, tapi masih juga entah kapan?.

Hingga berita ini ditayangkan disayangkanya tak seorang pun da1ri pihak perusahaan (Pt. HUK,red) tidak ada yang bisa diminta konfirmasinya, dari nomor telepon yang ada termasuk melalui whatsApp pun tak ada jawabanya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *