Truk Fuso Muat Kayu Terjengkang Dijalin Betung-Sekayu

Exif_JPEG_420

Banyuasin, MNN- Terjebab dilubang berlumpur beraspal dijalan lintas Betung-Sekayu tepatnya di Simpang 3 Kantor PDAM Kelurahan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Truk Fuso ukuran tronton bernopol BG 8411 IE yang disopiri Angga (35) warga asal Megang Kota Lubuk Linggau yang bermuatan 30 kubik jenis kayu jadi berbagai ukuran itu yang dibawa dari kawasan Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara dengan tujuan Jakarta terjengkang sekira pukul 00.00 diri hari (4/1/2020).

Dalam insiden itu tidak ada korban jiwa maupun material, namun kerugian materi yang dialami pengemudi diprediksi mencapai jutaan rupiah, karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk jasa pembongkaran dan menyusun lagi muatan tersebut.
” Iya pak, bertepatan mobil saya tiba dilokasi ini dari arah lawan juga banyak kendaraan yang tiba, bahkan truk Fuso juga yang berlintasan sempet bersenggolan dengan bak truk saya ini, maka saya tetap pada jalur ini dan saya pikir dari timbunan dari batu itu juga tidak berlubang, begitu roda belakang terjebak lubang itu, mobil saya nyaris guling ketengah jalan”, ungkap Angga dengan nada lesu.

Exif_JPEG_420

Kerugian materi lainya juga dialami oleh warga setempat, karena lahan parkir di warung tempat berjualan tertutup material muatan jenis kayu, sehingga para pelanggannya enggan mampir untuk makan pagi. ” Kalau biasanya jualan nasi spesialis sarapan pagi ini pukul 08.00 wib sudah habis, karena tempat parkirnya tertutup tumpahan kayu, maka enggan mampir”, ucap Nenti seraya menambahkan kalau barang daganganya ini tetap habis, tapi waktu jadi molor.

Informasi yang berhasil digali dari lokasi kejadian bahwa terjengkangnya Truk Fuso ukuran tronton itu menurut para sumber dikatakan merupakan korban yang ke-4 untuk jenis Mobil ukuran besar, yang paling banyak kecelakaan selama ada kerusakan ruas jalin Betung-Sekayu dari bulan Oktober 2019 lalu sampai sekarang bagi pengendara sepeda motor dan paling sering pada malam hari kejadianya.

Rusaknya ruas jalan ditengah aspal itu diduga efek dari air PDAM Tirta Bertuah ketika mengalirkan air pada kemarau yang lalu dan airnya bercampur lumpur menyembur keatas dan setiap air PDAM dialirkan diwilayah ini lokasi itu keluar airnya dan solusinya hanya sekedar disiram pakai batu koral saja, sehingga pengendara banyak terjebak.

Dampak dari terjengkangnya Truk Fuso ukuran tronton itu sejak malam hingga siang hari arus kendaraan dari 3 arah jurusan Betung-Sekayu dan sebaliknya termasuk arus dari kendaraan yang keluar atau masuk arah Kantor PDAM sempat mengalami hambatan dan tidak ada pihak petugas terkait terlihat dilokasi.

Exif_JPEG_420

Tokoh masyarakat Betung H Suginen jalan aspal itu rusak sejak bulan Oktober 2019 lalu dan awal ruas jalan itu melembung, lama-lama pecah dan menyemburkan air dan lumpur yang akhirnya jadi berlubang dan sering timbulkan kecelakaan dilokasi itu.

Yang diherankan olehnya dilubang itu tak segera diperbaiki dan setiap air PDAM dialirkan diwilayah itu keluarkan air, jadi itu air dari mana kalau bukan air PDAM yang mengalir karena ada jaringanya yang rusak dan diharapkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan termasuk pihak PDAM segera melakukan perbaikan sebelum ada korban jiwa yang terdampak dilokasi itu.

” Bukan orang yang di Provinsi Sumatera Selatan dan juga bukan orang di Kabupaten Banyuasin yang dibuatnya repot setiap ada kejadian kecelakaan dilokasi itu, tetapi warga di sekitar lokasi kejadian itulah yang disahkan”, tegas Pak Haji sembari berharap agar Pemerintah baik dari Kabupaten maupun Provinsi Sumatera Selatan melakukan perbaikan.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *