
Banyuasin, MNN- Dianggap dalam pelaksanaan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan gagal, membuat puluhan perwakilan dari kelompok tani dari Desa itu emosi dan memprotes sehingga memicu kericuhan sesama warga dalam satu desa yang akhirnya berurusan dengan Polisi.
Anggota kelompok tani Kuning Raya Desa Penuguan dari kelompok Elok 1, 3 dan elok 3 pada hari Minggu lalu usai membaca berita disalah satu koran terbitan Lokal secara spontan beramai-ramai mendatangi kediaman Korlap dan UPKK dengan tujuan guna mengkonfirmasikan dari judul pemberitaanya di koran yang dimaksud.
Sekira pukul 09.00 wib perwakilan kelompok tani dari Desa Penuguan mendatangi kediaman Jamal Korlap Pertanian di Desa Sumberejo Kecamatan Selat Penuguan, setibanya di kediaman Korlap terlanjur dengan emosional maka nyaris terjadi benturan fisik, namun akhirnya puluhan warga dari kelompok Am.cs berusaha mundur meninggalkan lokasi dari kediaman Korlap.
Tak berselang lama waktu sekira pukul 09.20 wib kelompok Am,cs mendatangi kediaman Ketua UPKK Paharuddin yang masih satu dengannya. Puluhan warga lainya menunggu, berada diluar pekarangan rumah Paha yang akraf disapa itu ada sekitar 4 orang langsung masuk kelokasi mendekati rumahnya sembari melontarkan kata-kata yang memicu situasi menjadi kian memanas.

Paha dalam keteranganya kepada wartawan media ini mengatakan dalam kondisi tersudut dari desakan kata-kata rombongan Am,Cs berusaha meredakan emosinya, namun dari rombongan Am tiba-tiba memukul, mencekik sehingga menyebabkan bagian bibir sebelah kanan terlihat ada luka dan memar dibagian pipi kiri serta bekas cekikan dileher.
Yang menyebabkan rombongan Am, Cs itu emosi kata Paha bahwa dirinya dituding melakukan korupsi dalam pelaksanaan program serasi yang diketuainya itu, akibatnya menyebabkan usaha tani sawahnya gagal panen, karena program serasi itu tidak dikerjakan yang menguntungkan para petani.
Am,Cs yabg sempat diminta konfirmasinya mengatakan bahwa kedatanganya dikediaman Korlap dan Ketua UPKK itu terkait pelaksanaan program Serasi didesanya dianggap gagal, terutama dikelompok tani Kuning Raya pada Elok 1, 2 dan elok 3.

Dampak gagalnya program itu menyebabkan tanaman padi pada musim panen 2020 ini hasilnya tidak boleh padi dan dalam pemberitaan dimedia koran program serasi yang ada didesanya berhasil sukses. Dan banyak temuan dikediaman Ketua UPKK banyak alat pertanian yang tidak dimanfatkan untuk para petani dan itu penyebabnya sawahnya tidak panen.
Temuan yang sempat diabadikan kata Amir, berupa Mesin Pompa Air, ratusan batang peralon baik yang berada dirumah Ketua UPKK maupun ditempat lain, seharusnya alat pertanian itu berada di Kelompok tani khususnya Mesin Pompa air dan peralon itu dipasang dipersawahan petani bukan disimpan disuatu tempat, ungkapnya.
Akibat insiden yang dianggap dianggap merugikan harga dirinya tersebut, maka perkaranya dilaporkan kepihak berwajib di Polsek Pulau Rimau, tentang penganiayaan disertai pengeroyokan yang dilakukan kelompok tani Am,Cs itu, terang Paha sekaligus menyudahi perbincanganya.

Terpisah, Kapolsek Pulau Rimau AKP Underson, SH saat diminta konfirmasi pihaknya membenarkan ada warga yang melapor menjadi korban dugaan pengeroyokan dari Desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan dan saat ini perkaranya masih dalam proses pengembangan, jawabnya.(wal)








