Purwakarta, MNN- Satu keluarga sebagai Tenaga Medis di Kampung Munjul RT 36/09, Kelurahan Munjuljaya, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, menjadi korban pembantaian secara sadis oleh orang tak dikenal dengan cara dibacok bertubi-tubi, Selasa dini hari sepekan lalu.
Berdasarkan informasi yang beredar, para penguni rumah yang salah satunya merupakan tenaga medis atau perawat bersama suami dan anaknya mengalami luka robek yang menganga di beberapa bagian kulit tubuhnya akibat luka pembantaian dengan senjata tajam dan ketiganya oleh warga langsung dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian membenarkan terkait peristiwa tersebut, saat ini, pihaknya masih mendalami kasus pembacokan sekeluarga itu. “Kita telah melakukan olah TKP termasuk memintai keterangan beberapa saksi. Saat ini, kasus tersebut masih kita dalami,” ujar Handreas kepada wartawan beberapa saat yang lalu.
Dari beberapa informasi yang dihimpun jajarannya, lanjut dia, pelaku pembacokan ini masuk ke dalam rumah korban dengan cara memanjat benteng rumah bagian belakang, bahkan dari keterangan itu, pelaku sempat mematikan saklar listrik rumah korban sebelum masuk ke kamar di mana korban berada.
Adapun pelakunya, jata Kasat, saat ini masih dalam proses penyelidikan polisi, berdasar keterangan saksi, Handreas menuturkan saksi yang merupakan tetangga sempat mendengar suara orang minta tolong dari arah rumah korban.
“Saksi pun datang melihat ke rumah korban yang saat itu posisinya gelap. Bukan hanya saksi, saat itu banyak warga yang datang ke rumah korban. Saksi saat itu melihat salah satu korban keluar rumah dengan posisi merayap sambil minta tolong dengan keadaan sekujur tubuh penuh darah dan kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih,” kata Handreas seraya menambahkan “Dari hasil pemeriksaan sementara, ini bukan aksi rampok atau pencurian. Kuat dugaan ada unsur dendam, karena saat olah TKP tidak ada barang korban yang diambil”, ungkapnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah TKP. Sejumlah warga sekitar pun tampak penasaran dan berkumpul di depan rumahnya masing-masing saat aparat polisi memasang garis polisi di sekitar rumah korban.
Adapun para korban, masing-masing atas nama Dedi Rukmayadi (35) pegawai swasta, Kurniawati (36) tenaga medis di RSUD Bayu Asih dan anaknya yang kisaran usia lima tahun. Ketiga korban, menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah, tutupnya,(ril/wal)








