Hanya di Banyuasin Proyek Pengecoran Jalan Dilukis Ala Kulit Harimau

Medianusantaranews.com (Banyuasin)- Pengerjaan cor beton Jalan Poros Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan ini ramai diperbincangkan, Pasalnya, pelaksanaan proyek pengecoran dilukis ala kain batik nasional dan itu hanya di Kabupaten Banyuasin.
Lukian diatas jalan cor beton terlihat nyata tepat berada di depan Kantor Kecamatan Pulau Rimau, terdapat garis – garis yang diperkirakan terbuat dari cairan semen membentuk pola – pola yang unik atau motif tertentu.
Kailani, warga Kecamatan Pulau Rimau kepada wartawan, mengatakan pembangunan jalan cor beton itu dibangun mulai dari Desa Meranti Kecamatan Suak Tapeh sampai ke pangkal Jembatan Tanah Kering Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau dengan nilai dananya mencapai ratusan milyar, tetapi sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, maka untuk menutupi kerusakan itu oleh pekerjanya dilukis biar terlihat unik.
Dijatakan Kalilani, bentuk lukisan dijalan itu bermacam-macam motifnya sekilas ada yang seperti Kaligrafi, bahkan ada yang bermotif Loreng seperti kulit macan (Harimau). Mungkin karena ini Kecamatan Pulau Rimau, jadinya ada motif mirip macan. Jalan ini kalau tidak salah merupakan salah satu yang dibangun dengan dana Rp 288 Miliar, harusnya dibangun dengan mulus dan baik tentunya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Banyuasin Ardi Arpani mengatakan jalan yang terlihat seperti bermotif memang tersebut mengalami kerusakan. Oleh sebab dikasih semacam perekat agar tidak semakin parah.
“Kemarin karena lalulintas tinggi, masyarakat sendiri tidak disiplin baru sudah di Cor  kemudian dilewati. Truk-truk bertobase tinggi yang seharusnya butuh waktu 14 hari, itu 2 sampai 3 hari sudah dilewati,”jelasnya.
Dikatakan Ardi bahwa jalan tersebut masih ada masa pemeliharaan selama setahun, jadi kalau serah terima terjadi pada bulan desember, maka desember selanjutnya lagi akan perbaiki. “kan masih ada yang belum dibayar, kita sudah dibuat pernyataan kalau tidak diperbaiki, maka 5% tidak dibayar,”tegasnya.(MNN-waluyo)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *