Begini Penjelasan Kapolres Banyuasin Terkait Korban Peluru Nyasar

Medinusantarnews.com, (Banyuasin)- Saat ada penggerebekan dalam upaya penangkapan terhadap salah satu target dari Sat Reskrim Polres Banyuasin di Desa Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ketika itu yang terjadi baku tembak antara petugas dari Kepolisian dengan tersangka sehingga ada peluru nyasar mengenai warga sipil itu begini penjelasan Kapolres Banyuasin AKBP Imam Turmudi melalui Bidlabfor Polda Sumsel AKBP Edhi S memastikan bahwa peluru nyasar yang mengenai dua warga Rantau Harapan itu “BUKAN” peluru milik anggota Polisi.

Maka saat memberikan penjelasanya saat itu menggelar pers rilis Polisi juga menghadirkan dua warga yang menjadi korban. Bahkan pihak Polres Banyuasin juga mengaku sudah bertanggung jawab mengobati kedua korban sampai sembuh.

“Kami pastikan peluru yang mengenai dua warga sipil itu berasal dari senjata rakitan. Kami sudah melakukan pemeriksaan, satu senjata tidak lagi berfungsi dan satunya lagi aktif,” ungkap Kasubbid Proyeksif Labfor Polda Sumsel AKBP Edhi S.

Untuk kebenaranya dijelaskn Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIK MH, pihaknya sengaja mengundang Tim Lafbor Polda Sumsel untuk mengetahui kebenarannya, jangan sampai berkembang informasi yang keliru.

Kapolres uang didampingi Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP M Ikang Ade Putra SIK mengatakan masalah proyektil itu kami tidak bisa menjelaskan secara Riel dan itu kewenangan pihak Labfor yang berpotensi bisa menjelaskannya.

Untuk diketahui, ada dua orang yang menjadi korban peluru nyasar dalam insiden baku tembak saat penangkapan tersangka Re (28), warga Dusun II Desa Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur, awal Februari 2021 lalu.

Akhirnya Re tewas tertembak, ketika mau ditangkap melakukan perlawanan. Awalnya terkuaknya tersangka itu dari kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi 2020 yang lalu dan adanya info kepemilikan dan penggunaan senjata api secara ilegal.

Sedangkan, korban yang terkena peluru nyasar yakni Isran mengalami luka tembak di lengan kanan. Dia tertembak saat sedang berada di rumahnya. Korban Cikman, mengalami luka tembak di bokong saat sedang tidur di rumahnya.

“Saya mewakili kedua korban mengucapkan terimakasih kepada Polres Banyuasin yang memberikan bantuan layanan pengobatan terhadap kedua korban sampai sembuh. Semoga Polres Banyuasin semakin banyak mengungkap pelaku kejahatan, sehingga Banyuasin aman dari berbagai aksi kriminalitas,” doa Sarwani, keluarga korban ketika menyaksikan pers rilis beberapa saat yang lalu di Mapolres Banyuasin. (MNN/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *