Pasca Panen Harga Gabah Kering Sawah Berada Dititik Tertinggi Rp 3, 3 Ribu Perkilo

Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Sekalipun menangis keluar darah dari mata, nasib petani padi sawah tak akan bisa berubah pola hidupnya, lantaran biaya hidup selama penggarapan lahan mulai dari mencari benih, pupuk dan obat-obatan semakin berat ketika panen harga gabah kering sawah behenti pada titik maksimal Rp 3,0 Ribu hingga Rp 3,3 ribu saja.

Diakui memang, pada musim panen awal tahun 2021 ini bisa dibilang dapat mencapai harapan, karena dalam satu hektarnya mampu menghasilkan 80-120 karung gabah kering sawah, artinya hasil panen standar dalam satu hektar kisaran 4-7 ton gabah kering sawah, ucap Rahmad petani asal Selat Penuguan saat berbincang dengan awak media ini beberapa saat yang lalu.

Jika penghasilan segitu hanya sekedar untuk persiapan stok pangan tentunya masih bisa terpenuhi hingga sampai musim panen kedepanya, kalau tidak ada utang pupuk, obat-obatan dan biaya pemeliharaanya, sekalipun harga gabah kering sawah pada angka titik terendah Rp 3,0 perkilonya.

Karena rata-rata para petani sawah yang ada disini permodalannya dari pinjaman dan pembayaran usai panen (Yarmen), tentu semakin sangat berat beban hidup sebagai petani, apalagi harga gabah kering sawah hanya pada titik maksimal pada angka Rp 3,3 ribu perkilonya

Jadi kalau untuk mewujudkan semboyan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin bisa Bangkit, Adil dan Sejahtera itu sekedar slogan saja, ditambah pada pasca panen ini Pemerintah Pusat melakukan import beras, mampus bagi petani sawah ini, ungkapnya.

Hal serupa dikatakan Anwar warga asal Pulau Rimau, bahwa ditempat harga tertinggi Gabah Kering Sawah tak beda jauh, hanya ada bedanya petani sawah diwilayahnya tak banyak memakai dana dan bahan pinjaman, sekalipun harga gabah kering sawah pada level titik terendah pun 3.0 ribu rupiah tak banyak dikeluhkan.

Beberapa waktu lalu buming dari Komisi 2 DPRD Banyuasin menolak rencana Pemerintah mengimport beras pasca panen dan mendesak Bulog bisa membeli beras petani, supaya kaum tani tidak terus menerus menjadi obyek saja, sambungnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Pemkab Banyuasin Zainuddin saat diminta tanggapannya terkait harga gabah kering panen hingga berita ini ditayangkan belum

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *