Gawat, Jalan Tol KapalBetung Bisa Bikin Sakit Pinggang

Medianusantaranews.com, (Palembang)- Miris, lihat kondisi ruas jalan tol Kayu Agung, Palembang Betung (KapalBetung) Provinsi Sumatera Selatan yang baru satu triwulan lalu diresmikan oleh Presiden RI Jokowi, untuk saat ini sudah tidak nyaman lagi untuk lalui, selain bisa membahayakan pengendara juga bisa bikin sakit pinggang, lantaran saat ini keberadaanya ruas jalan telah bergelombang dan berlubang-lubang.

 

Pantauan media ini ketika melintas dari Tol Pematang Lampung tujuan Palembang Senin malam kemarin, jika tidak berwaspada dan berhati-hati dalam mengendari kendaraan saat melintas disitu selain terlambat waktunya bisa tidak sampai ditujuan, bahkan bisa jadi maut yang menjemputnya.

Krew pemilik media siber yang tergabung di SMSI Kabupaten Banyuasin lakukan pantauan jalur pulang kampung dijalur tol KapalBetung mulai dari titik lintas Tol Pematang Lampung tujuan Palembang dirasakan sudah sangat tak nyaman, karena kondisi ruas jalanya banyak yang rusak dan sedang dilakukan perbaikan dengan cara tambal sulam.

 

“Melintas dijalan Tol KapalBetung rasanya mirip seperti didalam kapal laut yang sedang berlayar diterjang ombak”, ucap Eko sopir rombongan dalam perbincanganya dengan krew saat berisitirahat sebentar di titik nol Tol Jakabaring beberapa saat usai melintas.

 

Masih kata Eko, untungnya Pemerintah sudah mengeluarkan intruksi untuk lebaran Idul Fitri tahun 2021 ini melarang masyarakat Muslim untuk tidak melakukan mudik. Jika tidak cepat larangan mudik itu dipublikasikan, mungkin di jalan Tol KapalBetung tersebut bisa menjadi salah satu lokasi yang menciptakan banyak korban lakalantas.

 

Solichin mengatakan dengan kondisi seperti itu malu kalau dikatakan namanya jalan Tol, masih lah bagus dan nyaman melintas diruas Jalintimsum Palembang-Jambi, sekalipun ada bergelombang dan berlubang-lubang itu wajar, karena gratis, kalau diruas Tol KapalBetung sangat tidak logis, sebab kita melintas disitu wajib bayar dan mahal pula, ungkapnya.

 

Mantan konsultan itu menilai, dengan kondisi semacam itu belum layak dinamakan jalan Tol karena saat kami melintasi tadi rasanya sakit pinggang ini semakin parah, untungnya kita melintas pada waktu petang dan tidak hujan, maka cuma kena imbas debu saja, coba kalau kita melintas pada malam hari dalam kondisi ada hujan, bisa jadi roda mobil kita terlepas karena menerjang lubang yang bergelombang.

Dian pemilik media siber yang penayangan beritanya sedang digandrungi pembacanya mengatakan pihaknya menilai dioperasikan ruas jalan Tol KapalBetung tersebut sepertinya terlalu dipaksakan. “Jalan baru diresmikan pada awal tahun 2021 ini, tapi kondisinya sudah tidak nyaman dilintasi”, kritiknya.

 

Lanjut Dian, lokasi yang dijadikan ruas jalan Tol KapalBetung itu terlihat banyak kawasan Lebak yang selalu digenangi air, wajar saja kondisinya tidak bisa bertahan lama dasar jalan Tol KapalBetung cepat rusak, masalah itu tidak boleh disepelekan dan Pemerintah jangan tinggal diam termasuk para wakil rakyat cepat tanggap sebelum banyak korban jiwa ketika melintas jalan Tol KapalBetung.

 

Masih menurutnya, dengan kondisi jalan cepat itu rusak, tidak menutup kemungkinan dilokasi titik ruas Tol KapalBetung tersebut dijadikan tempat tindak kejahatan, karena tidak terdapat pagar pembatas lahan milik warga dengan lokasi jalan Tol, saranya menajam kritiknya.

 

Beritanya sudah dituangkan dalam media ini, pihak pengelola jasa jalan Tol KapalBetung belum ada yang diminta konfirmasinya,(mnn/tim/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *