Medianusantaranews.com, (Muba)- Ratusan karyawan PTPN VII Unit Betung bersama Tim Gugus Tugas Covid lakukan vaksin sebagai bentuk tindaklanjut terhadap program vaksinasi sekaligus guna mendukung percepatan penanganan pandemi dalam wilayah Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (7/8/2021).
Kegiatan vaksinasi Dosis I yang dilaksanakan di PTPN VII Unit Betung tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat itu terlihat dihadiri Camat Lais Demoon Hardian Eka Suza SSTP MSi, Kapolsek Lais AKP Herman Junaidi SH, Manajer PTPN VII Unit Betung Tri Sutanto SP, Asisten SDM & Umum Susongko, Kepala UPT Puskesmas Lais Leli Hefni SKM MKes, Ketua SPPN Cabang Unit PTPN VII Unit Betung Al Khusairi, Para Asisten, Mandor Besar dan Mandor PTPN VII Unit Betung.
Manajer PTPN VII Unit Betung Tri Sutanto SP didampingi Asisten SDM & Umum Susongko mengatakan, vaksinasi ini diikuti karyawan PTPN VII Unit Betung yang berasal dari Staf, Karyawan Tetap, Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) dan Out sourching (OS).
“Karyawan ini rata-rata menetap dan sebagai warga di Kabupaten Musi Banyuasin. Adapun tujuanya dilakukan itu guna mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID, diharapkan dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immmunity terhadap virus,” Jelas Tri Sutanto SP bersemangat.
Lebih lanjut Tri Sutanto menjelaskan, awalnya jumlah karyawan yang dilibatkan sebanyak 340 orang, namun yang terealisi hari ini sebanyak 150 karyawan. “Nanti kita akan lanjutkan dan kita atur lagi jadwal,” Imbuhnya.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Lais Leli Hefni SKM MKes mengatakan, Pertama kali dilakukan swab antigen dan menunggu hasil 10-15 menit, setelah hasil negatif maka langsung dilakukan vaksin dan yang terkonfirmasi positif maka akan dilakukan isolasi mandiri.
Adapun vaksinasi di PTPN VII Unit Betung ini dosis kesatu dengan jenis vaksin AstraZeneka dan jumlah vaksin yang dipersiapkan sebanyak 30vial. “Vaksin yang diberikan jenis astrazeneca dosis pertama bagi masyarakat di sekitar PTPN 7 beserta karyawan,” Jelas Leli Hefni.
Masih menurut Leli, seharusnya jumlah karyawan yang tervaksin sebanyak 340 orang, namun terealisasi sebanyak 150 orang. Hal ini terkendala signal entri KTP dan kurang sinkron yang terdaftar sehingga saat registrasi dari awal sedikit memakan waktu.”Selanjutnya nanti kita serahkan kepada Pak Manajer untuk menjadwalkan kembali, baik bagi masyarakat maupun karyawan yang belum tervaksin,” tutupnya.(mnn/astawaluyo)








