Lagi-lagi Warga Desak PT Servo Lintas Raya dan Titan Group Segera Bangun Flyover di Perlintasan KM 48 Kabupaten PALI.

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Desakan masyarakat agar dibangun jembatan layang (flyover) di perlintasan sebidang antara jalan umum dan jalur khusus angkutan batu bara milik PT Servo Lintas Raya (SLR) dan Titan Group di KM 48, Desa Sukamanis, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali mencuat.

Puluhan tahun sejak jalur hauling batu bara tersebut beroperasi, pembangunan flyover yang selama ini menjadi tuntutan masyarakat dinilai belum juga terealisasi.

Kondisi itu membuat warga mengaku masih merasa khawatir setiap kali melintasi perlintasan tersebut karena truk-truk pengangkut batu bara terus melintas dengan intensitas tinggi.

Selain dinilai mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat, keberadaan perlintasan sebidang tersebut juga dianggap berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu insiden kecelakaan kendaraan milik warga yang ringsek di seruduk Kendaraan dumptruck tronton angkutan bara di perlintasan KM 48 Desa Suka Manis Kecamatan Tanah Abang.selasa (29/07/2024)

Sejumlah warga bahkan menilai perusahaan lebih mengutamakan kepentingan operasional dibandingkan aspek keselamatan masyarakat yang menggunakan akses jalan umum tersebut.

Di sisi lain, belum dibangunnya flyover maupun underpass di lokasi tersebut juga disebut-sebut diduga tidak sejalan dengan komitmen yang tertuang dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tahun 2010.

Pemerhati Kabupaten PALI, Muhammad Ajis, mengatakan dirinya hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut dan melihat langsung kondisi lalu lintas kendaraan angkutan batu bara yang cukup padat.

Menurut Ajis, tuntutan pembangunan flyover sebenarnya bukan persoalan baru. Ia mengaku masih mengingat aksi unjuk rasa masyarakat beberapa tahun lalu yang mendesak perusahaan segera membangun jembatan layang tersebut.

“Bahkan setahu saya pihak perusahaan pernah menyampaikan rencana pembangunan flyover pada tahun 2020. Namun hingga sekarang belum juga terealisasi,” ujar Ajis, Sabtu (01/08/2026).

Ia menjelaskan, jalan yang berpotongan dengan jalur hauling batu bara tersebut merupakan akses utama penghubung antar kecamatan sekaligus jalur alternatif masyarakat menuju Kota Prabumulih dan Palembang.

Karena itu, menurutnya, keberadaan flyover menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan.

Ajis juga menilai perusahaan beberapa kali belum merealisasikan komitmen pembangunan flyover yang sebelumnya pernah disampaikan kepada masyarakat.

“Yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran lalu lintas, tetapi juga keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalan tersebut,” katanya.

Ia mengaku heran dua perusahaan yang telah lama beroperasi dan memanfaatkan sumber daya alam di Sumatera Selatan belum juga merealisasikan pembangunan flyover.

“Kami juga heran terhadap PT Servo Lintas Raya (SLR) dan PT Titan.Group Sudah puluhan tahun beroperasi mengeruk kekayaan alam di Sumatera Selatan, tetapi untuk membangun flyover saja terasa sangat berat,” ucapnya.

Menurut Ajis, persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya terkait keselamatan di perlintasan, tetapi juga dampak debu dari aktivitas angkutan batu bara yang disebut berpengaruh terhadap kesehatan warga serta tanam tumbuh milik masyarakat.

“Terlalu banyak dampak yang dirasakan warga, mulai dari ancaman keselamatan, debu yang berdampak terhadap kesehatan hingga tanaman masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyebut Pemerintah Kabupaten PALI maupun DPRD PALI sudah sangat mengetahui kalau masyarakat sangat membutuhkan a
pembangunan flyover tersebut

Namun hingga kini, kata dia, belum terlihat adanya perkembangan yang signifikan akan dibangunnya flyover di perlintasan tersebut.

Ajis berharap Pemerintah Daerah bersama DPRD PALI kembali mengevaluasi pelaksanaan dokumen AMDAL tahun 2010, termasuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat kabupaten PALI ini.

Ia juga menyatakan dalam waktu dekat bersama masyarakat akan menyampaikan surat kepada sejumlah instansi terkait, bahkan tidak menutup kemungkinan hingga kepada Presiden RI beserta jajarannya.

“Dalam waktu dekat kami atas nama masyarakat akan menyurati pihak-pihak terkait. Jika diperlukan, kami juga akan menyurati Presiden Prabowo beserta jajarannya,” tegasnya.

Ajis turut mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, kecelakaan di sepanjang jalan khusus batu bara PT Servo Lintas Raya telah beberapa kali terjadi.

Di sisi lain, ia menyoroti bahwa pada awal 2026 PT Servo Lintas Raya dan Titan Group telah membangun flyover di KM 111 wilayah Kabupaten Lahat. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan harapan agar pembangunan serupa juga dapat direalisasikan di Kabupaten PALI.

Selain itu Ajis juga meminta Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan dan mengusut dana CSR yang telah dialokasikan PT Servo Lintas Raya dan Titan Group kepada masyarakat selama ini.

Pernah Menjadi Sorotan Aktivis Sumsel.

Permasalahan keselamatan di jalur hauling PT Servo Lintas Raya sebelumnya juga pernah disoroti Direktur Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA), Rahmat Sandi.

Mengutip pernyataannya yang dimuat rmolsumsel.id pada 19 Mei 2025, Rahmat menilai tingginya angka kecelakaan menunjukkan bahwa jalur hauling tersebut sudah memerlukan evaluasi serius.

Menurutnya, volume kendaraan angkutan batu bara terus meningkat, sementara peningkatan infrastruktur dan sistem pengawasan dinilai belum memadai.

Rahmat juga menyoroti masih terbukanya akses masyarakat ke jalur hauling sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Ia menilai pembangunan flyover maupun underpass merupakan salah satu solusi yang sejak lama diharapkan masyarakat agar tidak terjadi perlintasan langsung antara kendaraan umum dan angkutan batu bara.

Selain itu, Rahmat juga menyinggung antrean panjang kendaraan angkutan batu bara di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menyebabkan kelelahan pengemudi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Catatan Sejumlah Kecelakaan

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah kecelakaan pernah terjadi di jalur hauling batu bara PT Servo Lintas Raya, di antaranya:

27 April 2022, seorang warga bernama Juli meninggal dunia setelah terlindas alat berat loader WA 500 di wilayah Kecamatan Tanah Abang, PALI.

22 Agustus 2022, seorang mekanik bernama Jajang Sulaeman (25), warga Purwakarta, Jawa Barat, meninggal dunia akibat terjepit dump truck di KM 64 Jalan Servo.

30 Agustus 2024, pasangan suami istri A Wani (61) dan Yarmawati (56), warga Kabupaten Muara Enim, meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai ditabrak dump truck di jalan khusus batu bara.

1 Desember 2024, seorang perempuan bernama Yuhama (56), warga Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, PALI, meninggal dunia usai ditabrak dump truck di KM 30 Jalan Servo Lintas Raya.

11 April 2025, kecelakaan antara dua dump truck di KM 85 Jalan Servo Lintas Raya, Kabupaten Lahat, dilaporkan mengakibatkan seorang sopir meninggal dunia.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memiliki akses untuk mengkonfirmasi manajemen PT Servo Lintas Raya (SLR) dan Titan Group




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *