Perbaikan Jalintimsum Dikerjakan Asal-Asalan Jadi Penyebab Kemacetan

Banyuasin, medianusantaranews.com- Diduga dampak dari pekerja kontraktor melakukan perbaikan ruas Jalintimsum Palembang-Jambi dikerjakan asal-asalan, sehingga saat ini kondisinya terbukti kian menyengsarakan para pengguna jasa jalan negara baik bagi pengendara R2, R4 termasuk jenis kendaraan berat.

Pantauan media ini, terdapat beberapa titik lokasi kerusakan dan perbaikanya dikerjakan asal-asalan yang diwilayah Kabupaten Banyuasin ada di Kecamatan Banyuasin 3, Suak Tapeh dan di Kecamatan Betung. Sedangkan diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin mulai rusak dari Desa Gajah Mati, Desa Babat dan Desa 108 Kecamatan Bapat Supat Muba.

Rusman (47) sopir Truk bernopol B 91.. YU kepada wartawan media ini dilokasi parkir di Desa Babat mengatakan mobilnya sudah diparkir di SPBU Babat Supat ini sejak pukul 06.00 wib tadi dan saat ini sudah pukul 16.00 wib masih belum bisa bergerak. Yang seharusnya sampai di Pekan Baru besok pagi sudah bongkar barang. Kalau dengan kondisi macet seharian begini, mungkin hari Rabu (17/11) nanti baru tiba disana, itupun kalau perjalananya lancar.

Sopir truk tronton itu ngaku heran ruas jalan di wilayah Sumatera Selatan ini tidak dijalan Tol maupun jalan negara non tol juga sama saja rusaknya, cuma bedanya melintas diruas jalan tol terasa seperti duduk diatas ayuanan, tetapi kalau di lintas non tol seperti diatas kapal laut saja, maka wajar banyak kendaraan berat yang sering mengalami kerusakan fatal, akibat dari kerusakan kendaran berat itu lah yang membuat arus lalulintas dari dua arah Palembang-Lilin dan sebaliknya mengalami macet hingga puluhan kilometer.

Masih menurutnya, dari kerusakan ruas jalan itu sebenarnya ada untungnya juga, karena jarang terjadi Laka lantas, bertabrakan, tetapi jalanya lambat saja dan resikonya dari pengerjaanya dalam perbaikan dikerjakan asal-asalan, maka begini ini kejadianya, ada Kendaraan sat saja yang rusak pasti kemacetan tidak dapat dihindarkan, ucapnya dengan nada kesal.

Terpisah, via WhatsApp nya K. Sholihin mengkatakan masalah kerusakan kendaraan melintas diruas Jalinsum itu hal yang lumrah, bisa jadi kendaraanya sudah tua juga bisa sopirnya Ugal-Ugalan menjalankan, tetapi kalau dilihat dari sisi kondisi kerusakan ruas jalan memang pekerja kontraktornya yang melakukan perbaikanya itu setuju kalau dikatakan asal-asalan, sehingga cepat rusak lagi di titik loksi kerusakan disitu-situ saja.

Mantan konsultan ditahun 90 an itu menduga ruas Jalintimsum Palembang-Jambi itu jadi ATM oleh oknum terkait, sebab perbaikan ruas jalan itu belum ada sebulan terbukti sudah tak nyaman dilalui dan tidak layak disebut sebagai jalan Negara.

Hali ini juga menurutnya, dampak matinya birokrasi komunikasi baik lembaga eksekutif dengan legislatif dari Tingkat Kabupaten, Provinsi hingga ke Pusat dan sesuai dengan janjinya tatkala meminta dukungan kemenangan suara bisa tercapai ditujuanya, tetapi setelah jadi, janjinya cuma tipu-tipu saja yang akhirnya masyarakat bawah yang jadi korbanya, ini buktinya jalan terus rusak yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat pun macet.

Via WhatsApp, petugas Kepolisian dari wilayah Jalintimsum Palembang-Jambi diminta konfirmasinya membenarkan untuk diwilayah Kabupaten Banyuasin kerusakan jalan lintas timur terdapat di tiga kecamatan mulai dari Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin 3 dan Desa Lubuk Lancang-Durian Daun Kecamatan Suak Tapeh hingga Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung.

Dijalur lintas ini dikatakanya jarang terjadi laka namun kerusakan kendaraan akibat terjebak lubang bekas galian serta benjolan aspal ada sering dan kerusakan Kendaraan Diruas Jalan ditiga Kecamatan itu pasti jadi biang macet di wilayah Kabupaten Banyuasin, tegasnya.

Demikian pula diungkapkan petugas Satlantas Polres Musi Banyuasin diwilayah Muba Timur, titik kerusakan jalan terparah mulai dari Desa Gajah Mati hingga 108 Desa Babat Banyuasin terdapat lubang cukup dalam itu bekas galian pekerja kontraktor, paling lama dua pekan dilakukan perbaikan kini juga sudah ambyar kembali dan penyebab kemacetan pada hari ini (15/11/2021) mulai pukul 05.00 Subuh hingga Magrib baru bisa diurai kemacetanya.

Mereka juga menilai kemacetan diruas jalan Palembang-Lilin ini dipicu dari kerusakan jalan yang dilakukan perbaikan yang kerjanya asal-asalan saja dan ini Lo buktinya.

Untuk itu dihimbau kepada pengendara baik R2, R4 dan berikutnya setiap melintas dijalan negara ini selain kendaraanya harus normal juga jangan ugal-ugalan, walau kendaraanya bagus tetapi bawanya sembrono, tentu yang pertama kali celaka yang seperti itu, sambung Brigka Gultom sembari mengurai kemacetan arus kendaraan dari dua arah.

Sayangnya hingga beritanya ditayangkan oleh media ini pihak Balai Besar di Sumatera Selatan belum yang diminta konfirmasinya.(mnn/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *