Rilis SMSI Prabumulih Sumsel
Prabumulih,medianusantaranews.com – Akhirnya, pihak perusahaan pelaksana konstruksi proyek jalan tol Indralaya-Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) melalui perwakilannya menanggapi dan berjanji akan merealisasikan tuntutan masyarakat, setelah gabungan massa gelar aksi pada Kamis (30/12/2021) sore.
Humas PT HKI, Carry Riovani SH membacakan surat kesepakatan pernyataan kedua belah pihak di halaman Mapolsek Rambang Kapak Tengah (RKT), jalan lintas Baturaja-Prabumulih. Bahkan, selain menyepakati 12 poin tuntutan masyarakat, pihak HKI, juga akan segera melaksanakan perbaikan kerusakan jalan Desa Talang Batu mulai, Jumat, 31 Desember 2021.
Pihak perusahaan usai mediasi bersama warga, baik dari pihak Polres dan Polsek, pihak perusahaan bertanggungjawab mengenai kerusakan jalan warga. Pada intinya perbaikan jalan akses tegantung dari cuaca. Kalau cuaca tak mendukung kita tidak bisa memperbaiki. Dengan di dampingi lansung oleh masyarakat setempat.
Untuk ke depan kita akan langsung berkoordinasi dengan pihak BPD, Kadus dan masyarakat. Mengenai hal ini kami juga bertanya kenapa tidak sampai ke telinga warga, karena kami tidak mau ada masyarakat, masyarakat lain cemburu tentang ini. Makanya kita mengundang warga ke sini untuk melakukan negoisasi dan mediasi untuk mencari solusi, imbuh Carry, saat dibincangi usai mediasi bersama perwakilan warga, di depan kantor Polsek RKT.
Carry janji segera mendata bagi warga yang jadi korban untuk memberikan kompensasi biaya pengobatan dan perawatan terhadap sejumlah korban yang mengalami kecelakaan akibat kerusakan jalan, pihaknya juga siap melakukan survey bersama terhadap masalah izin galian C di sekitar lokasi pekerjaan proyek jalan tol.
Terpisah, salah satu tokoh masyarakat desa Talang Batu, Bambang Wijaya berharap pihak HKI untuk segera merealisasikan isi kesepakatan yang dibuat.
“Jangan sudah duduk satu meja dan difasilitasi pihak Kepolisian melakukan mediasi, kemudian tidak dipenuhi seperti yang sudah-sudaha, maka kami tutup akses jalan desa itu,” tegas Mantan Kepala Desa Talang Batu dan Indra juga Mantan Kepala Desa Air Rambang (Rambang Senuling).
Sementara massa gabungan dari beberapa Desa di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih yang turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di akses pintu masuk jalan Desa Talang Baru atau dekat jembatan layang simpang Talang Batu.
Warga yang tergabung dalam massa LSM Masyarakat Rambang Lubai Bersatu (MRLB) Prabumulih-Muara Enim ini meminta pihak pelaksana konstruksi proyek jalan tol Indralaya-Prabumulih, PT HKI agar diperbaiki kerusakan jalan desa dan bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas proyek jalan tol tersebut.
“Kami minta PT HKI untuk bertanggung-jawab dan memperbaiki kerusakan jalan desa itu sesuai isi perjanjian perusahaan dengan Pemerintah Kota, pada 2020 lalu. Masyarakat sudah banyak kecewa karena hanya dijanjikan, apalagi sudah ada beberapa korban akibat kerusakan jalan desa itu,” ujar Sastra Amiadi, Ketua LSM MRLB Prabumulih-Muara Enim, saat menyampaikan orasinya dihadapan massa dan aparat kepolisian gabungan dari Polres Prabumulih dan Polsek RKT, yang mengawal aksi massa tersebut.
Selain minta pihak perusahaan harus bertanggungjawab terhadap sejumlah korban yang mengalami kecelakaan akibat jalan desa rusak dan berlumpur, diduga disebabkan aktivitas pelaksanaan proyek jalan tol.
Sastra Amiadi juga mendesak pihak pelaksana PT HKI dan subkon untuk segera memperbaiki kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sesuai peraturan berlaku, salah satunya dengan melakukan reklamasi di sejumlah titik lokasi galian di sekitar lokasi proyek tol.
“Kami juga akan meminta Bapak Wali Kota dan Ketua DPRD Prabumulih untuk segera memanggil pihak pelaksana HKI dan para subkontraktor guna mengecek perizinan galian C atau tanah urug di proyek ini,” tegas pria asli Rambang ini.
Aturannya sudah jelas, apalagi sudah ada pula Perwako-nya yang melarang mengambil tanah galian di wilayah kota Prabumulih, imbuhnya juga mengancam akan menurunkan massa lebih besar lagi jika permasalahanya tidak ditanggapi serius oleh pihak HKI dan para Subkon.
Pantauan, terlihat jalannya aksi massa gabungan ini sempat diwarnai hujan gerimis. Pun demikian aksi damai tersebut tetap berjalan tertib dan mematuhi protokol kesehatan dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian gabungan Polres Prabumulih, Polsek RKT, dan Koramil Prabumulih, yang dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Iptu Budianto di dampingi Kasat Binmas Ipda Riki, dan Kapolsek RKT Iptu Kosim. (SMSI Prabumulih)
Editor :








