Antisipasi Ancaman Banjir dan Terkaman Buaya, Warga Talang Ilir Urunan Bangun Siring

Banyuasin,medianusantaranews.com- Warga Talang Ilir Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera sepakat dengan cara urunan dana bertujuan membangun Siring Jalan untuk mengantisipasi dari ancaman banjir yang belum lama ini terjadi.

Aktivitas berswadaya murni masyarakat ini langsung dikoordinatori oleh Katiwan Ketua Rukun Warga di 5 RT dan pembangunan siring tersebut mulai dari RT 1,2,3,4,5 dalam lingkungan RW 01.

Dikatakan Katiwan Ketua RW 01, bahwa pembangunan itu dananya murni dari patungan warga RT 1 s.d RT 5 tidak ada bantuan dari perusahaan atau dari Pemerintah dan pembangunan Siring itu selain untuk memperlancar arus air saat hujan tiba dan mengantisipasi ancaman banjir, maka warga kami semangat membangun Siring itu takut juga adanya ancaman buaya yang jebol dari kandang waktu itu belum semua berhasil ditangkap, ungkapnya.

Bangunan Siring Jalan Talang Ilir RT 04 yang sudah kami kerjakan menelan biaya Rp 30 juta dan masih berjalan pengerjaanya Minggu 22 Mei 2022 lalu, selanjutnya akan dikerjakan Minggu, 29 Mei pekan depan kami kerahkan lagi warga untuk bergotong royong, katanya.

Kemarin warga yang hadir kemaren ikut kegiatan ada 300 orang yang langsung dikoordinatori oleh Katiwan Ketua RW 01 Talang Ilir Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa, sambung Tokoh Muda kreatif di Kecamatan Talang Kelapa, Sumitro.

Mitro menambahkan, sebenarnya aktivitas masyarakat dari 5 RT di RW 01 Talang Ilir itu bertujuan untuk mengantisipasi ancaman banjir juga ancaman buaya, untuk perlancar saluran air saat hujan datang.

Yang lebih penting lanjut Mitro, aktivitas warga yang dikoordinatori oleh Ketua RW 01 tersebut untuk membuka mata hati para pejabat baik di lingkup eksekutif maupun di legislatif wilayah Kabupaten Banyuasin.

“Jangan hanya saat membutuhkan dukungan suara dari warga agar bisa berhasil duduk pada jabatan yang diinginkanya saja, tetapi telah berhasil tidak peduli lagi dengan warga yang mengantarkannya, itu namanya tidak punya iman yang baik”, beber Mitro seraya menambahkan itu namanya kacang lupa dengan kulitnya.

Masih kata Mitro, selama warga RW 01 itu ada aktivitas semacam itu dari Pemlur Sukomoro pun tak terlihat ada dilokasi apalagi sampai atasnya lagi termasuk para wakil rakyat yang jelas suara dukungan dari situ pun terlihat batang hidungnya, boro-boro membantu dana.

Selaku pemuda kata Mitro, melihat aktivitas masyarakat tersebut sebenarnya bangga, tapi prihatin dengan kinerja wakil rakyat termasuk dari Pemkab Banyuasin dan jajaranya, untung pak RW ada ditengah-tengah dalam kegiatan itu, seandainya tidak ada pak RW, tentunya sangat prihatin, karena seolah warga Talang Ilir seakan sebagai anak tiri saja, tutup Mitro sembari berharap ada pihak dermawan rela menyumbangkan sebagian hartanya untuk penyelesaian pembangunan Siring Jalan di Talang Ilir.(MNN)

Editor waluyo




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *