Warga Dua Desa di Kecamatan Sembawa Terancam Terisolir

Banyuasin,medianusantaranews.com- Air laut pasang ditambah datang hujan yang cukup deras dalam sepekan terakhir ini akibatnya ruas jalan utama dari dan menuju dua desa di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan itu tergenang banjir yang menyebabkan berbagai aktivitas warga termasuk jalanya pendidikan pun disana saat ini macet total.
Ketinggian debit air sekarang mencapai lutut orang dewasa, jika dalam sepekan ke depan masih juga belum mengering menyebabkan kehidupan ekonomi masyarakat di dua desa disana akan terisolir.
Dua Desa yang ruas jalanya digenangi air Desa Sako Makmur dan Desa Limbang Mulya sudah 2 hari ini aktivitas Pendidikan dan Pemerintah Desa sudah macet dan warga pun tidak bisa bebas beraktivitas kwatir karena datang hujan masih belum sudah.
Ra (22) kepada wartawan media ini mengaku sudah 3 hari sejak hari Senen hingga Rabu ini (29/3/2023) belum berani keluar Desa, sebab debit air belum ada tanda-tanda surut, apabila hari ini datang hujan lagi masyarakat di dua desa bisa terisolir benar.
Bukan hanya luapan air yang terus meninggi yang membuat ngeri-ngeri sedap melintasi ruas jalan yang digenangi air bah itu, tapi yang kami takuti kalau sampai ada hewan melata jenis Buaya berada dikawasan banjir, tak lagi ada air pasang sampai menggenangi jalan saja, hewan buas itu sudah suka menerkam manusia apalagi sedang banjir bandang kayak begitu, ungkap warga yang namanya diminta diinisialkan dalam pemberitaan di media ini.
“Kalau masalah kebanjiran kami masyarakat di dua desa itu sudah biasa sejak zaman masuk sebagai warga transmigrasi dulu, tetapi yang sangat kami takuti seiring datangnya banjir ini hewan buas itu muncul dilokasi banjir”, ucap Dia sedih.
Darsan dari kalangan Aktivis Banyuasin yang sempat mengomentari masalah genangan air di jalan poros wilayah dua desa tersebut Dia katakan supaya pemerintah Kabupaten dan Provinsi Sumsel segera melakukan antisipasi sebelum ada kejadian korban disaat sedang ada banjir.
Menurutnya, dikawasan tersebut banyak jenis Buaya yang suka menerkam manusia, itupun sedang tidak banjir, karena sekarang luapan air dengan ketinggian lutut orang dewasa, perlu kewaspadaan bagi warga maupun dari Pemerintah Kabupaten banyuasin dan Provinsi Sumsel. “Jangan menunggu ada korban jiwa baru ada tindakan, itu tindakan bodoh saja”, tegas Darsan mengkritik.
Via ponsel, Penjelasan Kepala Desa (Kades) Sako Makmur Abd. Azis diminta komentarnya membenarkan kalau jalan utama menuju ke-2 Desa dalam beberapa hari telah digenangi air setinggi lutut orang Dewasa.
Lanjut Kades, pihaknya sudah terima keluhan dari warganya terutama yang putra-putrinya sekolah di luar desanya, terpaksa meliburkan diri termasuk aktivitas belajar mengajar pun disekolah yang ada didesanya macet, sebab gurunya yang datang dari luar desanya tidak berani menyeberangi genangan air dijalan itu.
Azis berharap pada hari ini jangan sampai ada lagi hujan karena dialiran sungai yang ditepi jalan digenangi air itu dulu tidak hujan sering timbul buaya bahkan ada yang menerkamnya, apalagi ditepi jalan yang sekarang sedang tak terlihat lagi itu, jangan-jangan kawanan buaya dengan ukuran besar pun muncul.
Wajar lanjut Azis, kalau warganya banyak yang takut melintas dijalan yang sedang digenangi air itu. Jika sampai akhir bulan airnya masih menggenangi semacam itu bakal mengancam kehidupan perekonomian warganya, walaupun saat ini sedang musim panen padi sawah.
Karena ini bulan suci ramadhon, diakui Azis aktivitas warganya keluar desa lah berkurang, tetapi bagi pelajar lanjutan yang bersekolah terpaksa meliburkan sendiri, dari pada dapat ancaman keselamatan jiwanya, terang Azis sembari berharap ada dermawan yang mau memfasilitasi jasa penyebrangan terutama bagi para pelajar yang sekolahnya berada diluar desanya.
Azis berharap baik kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta para Wakil Rakyat yang dari daerah pemilihanya, dengan kondisi semacam itu ada memberi solusinya dan kami minta di ekspos di media supaya viral dan segera di prioritaskan kebutuhan yang diperlukan untuk saat ini oleh masyarakatnya, supaya jangan sampai terisolir kembali, masalah genangan air serta aktivitas masyarakat mulai lumpuh telah dilamporkan ke Camat, katanya.(MNN/waluyo).



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *