Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com.
Proyek Pengaspalan jalan Simpang Solar Desa Semangos Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan 2023 viral diakun YouTube Inews.
Permasalahannya, bukan karena pengerjaan proyek tersebut baik, melainkan diduga karena pengerjaannya sangat buruk dan asal jadi.
Dalam tayangan akun YouTube Inews tersebut dinyatakan bahwa aspal jalan yang sudah dikerjakan kontraktor di akses jalan Simpang Solar Desa Semangos tersebut mudah mengelupas, bahkan bisa dikelupaskan cuma dengan menggunakan tangan telanjang, tanpa menggunakan alat bantu lain.
Selain itu, aspal diakses jalan tersebut bergelombang atau tidak rata, sehingga membuat pengendara merasa tidak nyaman melintas diakses jalan tersebut.
Terkait persoalan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PALI, Ristanto akan melakukan kroscek kelokasi.
Ditegaskan Ristanto, pihaknya sebagai penanggung jawab anggaran, tidak akan membayar proyek tersebut, kalau pihak kontraktor tidak melakukan perbaikan.
Melihat pekerjaan kontraktor proyek seperti itu miris memang. Bagaimana tidak, disaat Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr Ir H Heri Amalindo MM terus menggenjot pembangunan akses jalan di Kabupaten PALI agar aktivitas perputaran perekonomian masyarakat Kabupaten PALI lancar. Namun tujuan mulai itu telah dimanfaatkan oleh oknum oknum kontraktor yang tidak bertanggung – jawab, yang cuma ingin menanggung keuntungan sebesar – besarnya tanpa memperhatikan RAB, mutu serta kwalitas pekerjaan.
Salah seorang warga setempat, Anang sangat menyayangkan menyaksikan hasil pekerjaan proyek pengaspalan jalan Simpang Solar Desa Semangos yang sudah menelan uang rakyat Rl 2,8 Miliar tersebut.
Menurut dia proyek pengaspalan jalan Simpang Solar Desa Semangos tersebut diduga dikerjakan asal – asalan.
Terbukti, kata dia, aspal yang sudah dihamparkan kontraktornya di akses jalan tersebut mudah mengelupas, bahkan mudah dikupas hanya dengan menggunakan tangan tanpa alat bantuan lain.
” Diduga kontraktor proyek jalan ini menggunakan kwalitas aspal yang tidak standar bahkan aspal yang sangat buruk,” ungkap Anang.
Bukan sekedar itu, lanjut dia, kondisi jalan yang sudah dihamparkan kontraktor dijalan juga bergelombang dan tidak rata sehingga proyek pengaspalan jalan Simpang Solar Desa Semangos ini sangatlah mengecewakan warga PALI pengguna jalan.
” Sangat kami sayangkan uang APBD PALI sebesar Rp 2,8 Miliar sudah digunakan untuk membangun akses jalan yang kwalitasnya sangat rendah,” ujar Anang kepada media ini, Selasa (20/06/2023).
” Kami pesimis aspal jalan tersebut bisa lama dinikmati warga, terbukti aspal yang sudah dipasang kontraktornya mudah mengelupas bahkan mudah dikelupaskan hanya dengan menggunakan tangan telanjang tanpa alat bantu lain,” sesalnya.
Anang melanjutkan, Itu menunjukan kontraktor pelaksananya tidak memiliki beban moral dan merasa bertanggung jawab terhadap proyek yang dikerjakannya,” sambungnya.
” Kami minta instansi yang terkait jangan menerima hasil pekerjaan proyek pengaspalan jalan itu, karena yang dibangunkan itu uang rakyat tentunya memiliki tanggung jawab,” pungkasnya.
Adapun dari keterangan papan proyek yang ada dilokasi, nama proyek pengaspalan jalan Simpang Solar Desa Semangos ini adalah:
PEKERJAAN: PENINGKATAN JALAN SIMPANG SOLAR
LOKASI: KABUPATEN PALI
ANGGARAN: RP 2.862.254.000,-
WAKTU: 180 HARI KALENDER
PELAKSANA: PT PUTERA KIEMAS SEJAHTERA
Dipapan Proyek tidak mencantumkan nomor kontrak dan kapan dimulai pekerjaan proyek ini. (Ab)








