Hingga 2023 Kemiskinan Banyuasin Diangka 9, 58 Persen

# Pj. Bupati Terima Penghargaan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2023 #

Jakarta,medianusantaranews.com- Berkat perjuangan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meraih Penghargaan Kategori Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun Berjalan 2023 yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Prof. Dr. (H.C) K. H. Ma’ruf Amin melalui Penjabat (Pj) Bupati Banyuasin, H. Hani Syopiar Rustam, SH di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2023).

Penghargaan itu diberikan pada Rapat Koordinasi Nasional dan Penyerahan Dana Insentif Fiskal Kategori Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Berjalan 2023. Hal itu diberikan kepada Gubernur, Walikota dan Bupati yang dinilai telah berhasil dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem tahun berjalan 2023. Kesempatan itu Wapres memberikan semangat kepada semua Pimpinan Daerah untuk meningkatkan kinerja upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Rasa Bangga disampaikan oleh Pj. Bupati Banyuasin, H. Hani S.Rustam, SH atas penghargaan yang telah diterima. Hani S menyampaikan ini hasil kerja nyata dari pada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Kerjasama yang baik dari Dinas terkait dengan stakeholder dan masyarakat yang menjadikan upaya percepatan penurunan kemiskinan ekstrem ini terwujud.

Jumlah Penduduk miskin di Kabupaten Banyuasin dilihat dari 2018-2023 yakni Tahun 2018 berjumlah 95.290, Tahun 2019 berjumlah 96.550, Tahun 2020 berjumlah 96.270, Tahun 2021 berjumlah 94.080, Tahun 2022 berjumlah 88.550 dan Tahun 2023 berjumlah 85.880 berdasarkan Data Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin.

“Dapat kita lihat angka kemiskinan di Kabupaten Banyuasin pada tahun 2023 turun menjadi 9, 58% dari 10,00% di tahun 2022. Penurunan inilah menjadi penilaian dari pusat akan keberhasilan Pemkab Banyuasin dalam upaya penurunan kemiskinan ekstrem tahun berjalan 2023,” paparnya.

Hani S. Rustam menambahkan bahwa kebijakan penanggulangan kemiskinan yakni kebijakan makro yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, menjaga stabilitas makro, penciptaan lapangan kerja produktif, menjaga iklim investasi, regulasi perdagangan, mendorong produktivitas pertanian dan pengembangan infrastruktur wilayah tertinggal.

Kebijakan mikro meliputi pengurangan beban dan peningkatan pendapatan. Pengurangan beban seperti pemenuhan kebutuhan pangan, bantuan tunai bersyarat, bantuan pendidikan dan kesehatan. Peningkatan pendapatan seperti peningkatan akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan akses pemasaran, pengembangan keterampilan dan layanan usaha, pengembangan wirausahaan dan pemanfaatan dana desa.

Agenda utama dalam percepatan penghapusan kemiskinan memerlukan upaya multidimensi dan kolaboratif lintas sektor di Tingkat Pusat dan Daerah berupa program yang berdampak dapat menurunkan beban pengeluaran masyarakat miskin dan rentan miskin, peningkatan pendapatan masyarakat miskin dan rentan miskin serta ngurangi kantong-kantong kemiskinan by name by address, terangnya.

Untuk Agenda kedua melalui intervensi berfokus pada perbaikan akurasi penyaluran dan konvergensi program lintas sektor yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi pendidikan, perikanan, pertanian, ketahanan pangan, UMKM, Kesehatan, Sosial, OPD lain yang mendukung dan Pihak Eksternal, imbuhnya.

Yang intinya arahan Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin agar semua Pimpinan Daerah terus berkerja lebih giat bahkan lebih keras lagi dalam upaya penurunan kemiskinan esktrem ini sesuai Intruksi Presiden No.04/2022 tentang Upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Gubernur, Walikota dan Bupati yang meraih penghargaan atas kinerjanya menurunkan kemiskinan ekstrem yang ada di wilayah masing-masing untuk meningkatkan lagi kinerjanya,” tegas Ma’ruf.

Ma’ ruf memberikan semangat untuk terus memberikan yang terbaik untuk negeri dan penghargaan ini bukan berarti Pimpinan Daerah telah puas serta berhenti berikan sumbangsihnya dalam kepentingan negara dan bangsa. Selain itu juga, Ma”ruf meminta Pimpinan Daerah terus menjalin sinergi yang kuat dengan Pimpinan Pusat agar Indonesia terus melaju, makin maju dan jadi terdepan di kancah Internasional. (MNN/asta)

Sumber berita SMSI Banyuasin




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *