Pringsewu – medianusantaranews.com
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset Daerah (Bapperida) Pringsewu Imam Fathurrozi terkesan mendukung pelaksanaan Perjalanan Dinas Luar Daerah SAKIP yang berangkat secara masal kemarin, mencapai 80Persen Kepala OPD dan perangkatnya berangkat semua.
Budaya pejabat Pemerintah Kabupaten Pringsewu mayoritas suka poya-poya anggaran dengan mengutamakan DL secara masal tersebut tampa berfikir akan azas manfaat dan efisiensi anggaran.
padahal jumlah peserta masing-masing OPD tersebut adalah kebijakan perangkat daerah itu sendiri artinya dibuat lebih efisien dengan sebagian kecil yang berangkat sisanya bisa dengan zoom meting, dengan kata lain harusnya bisa lebih selektif siapa saja yang berangkat menghadiri SAKIP tersebut.
Ironisnya berbagai kesulitan anggaran yang sedang dilakukan baik pemerintah pusat dan daerah dengan melakukan efisiensi disemua bidang tentu saja kegiatan perjalanan dinas ini menjadi sorotan, karena jika dikalkulasi jumlah anggaran untuk transportasi, penginapan hotel dan biaya lainnya tiap peserta DL bisa menghabiskan anggaran minimnya Rp.5juta, artinya jika dikalkulasi dengan jumlah peserta DL sejumlah 83orang jumlah keseluruhan bisa mencapai ratusan juta.
Kepala Bapperida saat menanggapi pemberitaan media ini mengatakan
– Nilai SAKIP Pringsewu turun dari 67,19 menjadi 65,61. Diperlukan langkah strategis agar nilai SAKIP bisa lebih baik
– diantara Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, Pringsewu adalah salah satu Kabupaten yang mendapat Prioritas pendampingan dari Kemenpan RB.
– pelaksanaan di Jakarta adalah kesepakatan dengan Asisten Deputi Kemenpan RB karena pada hari yang sama ada Rapat Terbatas dengan Menpan RB.
– jumlah peserta masing2 perangkat daerah adalah kebijakan masing2 Kepala Perangkat Daerah. Bapperida sendiri karena efisiensi hanya menghadirkan 3 orang : KEPALA BAPPERIDA, KABID EVALUASI DAN KASUBAG PERENCANAAN
– Kehadiran Bapperida karena harus menyelaraskan target RPJMD dengan perangkat daerah.
– apa manfaat nilai SAKIP naik? Anggaran OPD akan lebih tepat mencapai sasaran pembangunan, dan akan menjadi penilaian pemerintah pusat dalam tata kelola pemerintahan.
Wartawan Sahirun.








