Masrukin : Di Dermaga Kapal Tongkang Belum Ada Izin Dari Pemdes Pinang Banjar

#Dilintasi Damtruk Jalan Desa Rusak Parah#

Musi Banyuasin,medianusantaranews.com- Bersandarnya kapal tongkang pengangkut ribuan kubik material batu koral di Dermaga Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan sejak beberapa waktu yang lalu itu mulai disoal masyarakat setempat, Pasalnya dampak dari aktivitas Damtruk Fuso yang mengangkut material bangun jenis batu koral tersebut membuat ruas jalan didesanya mengalami kerusakan serius.

Bukan hanya itu dampak dari masuknya kapal tongkang itu membuat kerugian besar bagi pengemin pemenang lelang di aliran sungai itu hingga ratusan juta rupiah, karena tidak lagi ada ikannya semenjak kapal tongkang itu masuk di aliran sungai tersebut dan bersandar di Dermaga di Desa Pinang Banjar.

“Bakal besar kerugian yang diderita dari hasil lelang di sungai itu, maka pihaknya akan membuat gugatan terhadap pihak pengelola dermaga”, terang Rian ketika berbincang dengan wartawan media ini (07/03/2024).

Informasi yang dihimpun dengan adanya kapal tongkang pengangkut ribuan kubik material batu koral yang bersandar dan di bongkar kemudian diangkut ke darat melalui jalan darat dengan Damtruk Fuso yang mengakibatkan jalan Desa Pinang Banjar mengalami kerusakan yang cukup parah dan membuat masyarakat yang beraktivitas melalui R as jalan desa itu dibuatnya kesulitan, karena kerusakan kini semakin parah, sambung warga yang berinisial “Ba”.

Ba kepada wartawan menjelaskan kata pengelola Dermaga bahwa bersandarnya kapal tongkang itu sudah izin dari Kades Pinang Banjar, maka Damtruk Fuso yang mengangkut material itu wajar dibiarkan hingga jalan desa mengalami kerusakan kian parah dan masyarakat beraktivitas ke sawah maupun ke kebun mengalami kesulitan melintas, katanya

Terpisah, Masrukin Kades Pinang Banjar via WhatsApp membantah keras bahwa dengan bersandarnya kapal tongkang di Dermaga itu tidak ada yang meminta izin sampai detik hari ini (7/3/2024), semua itu bohong besar, jawab Kades.

Masih kata Kades membenarkan jika dari dampak aktivitas Damtruk angkutan material bangunan jenis batu koral yang diangkut oleh Damtruk dari Dermaga kemudian melintas dijalan desa saat ini, jalan Desa kami jadi rusak kian parah dan membuat masyarakat khusus bagi warga Dusun 3 RT 09 yang aktivitas rutin di sawah dan di kebun termasuk pelajar dibuat susah melintas, tegasnya.

Lanjut Kades, saya mau musyawarahkan dulu dengan BPD dan para tokoh di Desa masalah kerusakan jalan desa yang dibangun oleh Pertamina itu kita yang rusak untuk diaktifkan portal yang sudah ada itu, karena saat ini masih musim penghujan dan aktivitas Damtruk harus dihentikan.

“Tunggu dari hasil musyawarah Desa terlebih dulu, jika ada kesepakatan oleh semua unsur akan dilaksanakan untuk mengaktifkan pemasangan portal itu dikala masih musim penghujan, karena kasihan warga dan para pelajar disaat ada hujan ruas jalannya berlumpur, maka diaktifkan portal untuk mengantisipasi dari kerusakan dijalan itu dan apabila sudah mengering dibuka”, tutup Kades.

Via WhatsApp yang ada dikonfirmasikan pada pihak pengelola Dermaga di aliran sungai lelang (7/3) sekira pukul 18.26 wib “Waalaikumsalam, Mohon maaf ini untuk tanggapan apa ya pak?”, jawab ibu Dika singkat dan terkesan balik tanya.

Pj. Ka. Dishub Pemkab Musi Banyuasin Agus Kurniawan Saputra, SIP. M.SI terkait dari aktivitas Dermaga dan aktivitas Damtruk angkutan material yang melintas dijalan Desa Pinang Banjar akhirnya mengalami kerusakan dan membuat resah warga, berusaha dikonfirmasi via WhatsApp tidak ada jawabannya, dihubungi nomor kontak yang ada aktif tapi tidak diangkat bahkan berusaha ditemui diruang kerjanya tidak berhasil, hingga beritanya ditayangkan di media ini juga masih tak ada jawabannya.(MNN/waluyo).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *