Banyuasin,medianusantaranews.com- Aksi kawanan maling di wilayah hukum Polsek Betung Polres Banyuasin Polda Sumsel pasca lebaran Idhul Fitri 1445 Hijriah membuat resah masyarakat yang berdumisili diwikayah Kelurahan Betung dan Desa Lubuk Lancang, pasalnya aksi kawanan maling tersebut gerakanya tak hanya pada malam hari, disiang-haripun tetap beroperasi. 
Perbincanganya dengan wartawan pada (18/4/2024) Siti (36) warga Kelurahan Betung yang jadi korban aksi kawanan maling mengatakan semenjak memasuki bulan Ramadhan hingga habis lebaran ini getah karet hasil sadapanya telah sering hilang dicuri maling.
Lanjut Dia, kalau dia kebun yang dekat dengan lokasi kami pekerja sadap telah mengeluh dan rata-rata para korbanya enggan membuat laporan kepihak polisi, karena getah karet miliknya hilang jika diuangkan nilainya masih dibawah Rp 2,5 juta, jadi percuma saja melaporkan kasusnya ini.
“Entah jika pelakunya ketangkap tangan langsung oleh para korbanya apa perlu dibawa ke Kantor Polisi atau diproses sendiri”, Siti mencoba bertanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh, Tofa (39) membeberkan aksi dari kawanan maling didesanya operasinya tidak hanya pada waktu malam, justru di waktu siang hari pun berani.
“Memang kami belum membuat laporan ke Polisi, kami cuma melapor ke pak RT atau ke Kades saja, sebab nilai kerugian kami tak sampai Rp 2, 5 juta, sedangkan ada tetangga kami juga jadi korban aksi kawanan maling yang nilainya hingga puluhan juta rupiah tidak buat laporan, maka rasanya sungkan mau melapor”, tutupnya. 
Rusdi Tamrin, Kades Lubuk Lancang saat dijumpai wartawan membenarkan ada warganya yang melapor rumahnya jadi sasaran aksi kawanan maling baru-baru ini dan disarankan supaya melaporkan kepihak berwajib, Kepolisian punya data.
Tambah Kades, belum lama ini juga ada warganya yang melapor jadi korban aksi kawanan maling pada siang hari, itupun kami sarankan membuat laporan polisi, karena nilai kerugianya lumayan banyak supaya polisi ada target.
Masih kata Kades, untuk ronda malam sudah galakkan kembali, untuk menekan aksi kawanan maling saat ini di setiap RT sudah ada jadwal jaga malam dan setiap RT dibuat group komunikasi, apabila ada kejadian apapun dilingkunganya mudah diketahui, pungkasnya.
Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra saat diminta dikonfirmasi melalui Kapolsek Betung, Iptu Yuli Mishardi via WhatsApp dikatakan hingga saat ini tak warga yang melapor sebagai korban dari aksi kawanan maling baik dari wilayah Kecamatan Suak Tapeh maupun korban dari wilayah Kecamatan Betung.
Kapolsek menambahkan, baru-barunya tugas di Polsek Betung ada laporan dari korban dan laporan tetap kita terima, bahkan pelakunya pun berhasil kita proses, karena nilai kerugian korbanya dibawah Rp 2, 5 juta kasusnya tipiring. ” Pelaku tetap kami proses, tetapi tidak di tahan dan masalah itu juga sudah kami jelaskan ke korbanya”, kata Kapolsek mengakhiri penjelasanya.(MNN/waluyo)








