Heri : Tidak Percaya Lagi Janji HKI
Muba,medianusantaranews.com-Warga Desa Supat Timur (Sutim) Kecamatan Babat Supat (Batsu) Kabupaten Musi Banyuasin(Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) lahan usaha dan Jalan Kelompok Tani yang digusur untuk proyek Setrategis Nasional (PSN) jalan tol Betung-Tempino (Betem) men”stop” aktivitasnya jika lahan miliknya dijadikan Res Aria belum dibayar kerugiannya dan bertekat menutup aktivitas pekerja proyek jalan tol jika tidak dibuatkan jalan alternatif untuk anggota kelompok tani.
Permasalahan yang terdampak bagi masyarakatnya sebanyak ada 6 Poin, namun akan difokuskan 2 poin saja mengenai jalan yang dilewati masyarakat dan anggota kelompok tani yang ditutup oleh perusahaan pekerja proyek jalan tol sepanjang sekira 100 meter. Kemudian mengenai Lahan milik Masyarakat yang telah digarap oleh PT HKI untuk Res Aria, tetapi belum diganti rugi.
Yanto salah satu yang mengaku telah jadi korban saat rembukan di Kantor Desa Supat Timur meminta pihak PT HKI dan subkonnya agar tidak beraktivitas diatas lokasi jalan kelompok tani dibuat sejak tahun 1984 sebelum pihak PT HKI membuatkan jalan alternatif baik dalam bentuk jembatan atau terowongan.
“Kami tidak meminta ganti rugi, tapi meminta pihak perusahaan pekerja jalan tol tersebut buatkan jalan alternatif saja, tidak mungkin lakukan aktivitas sebagai petani terbang seperti burung”, sambung Khaerudin Ketua kelompok tani saat berbincang dengan wartawan (15/07/2025). 
Lanjutnya, kami tidak mau hanya diberikan janji bohong lagi dari PT pekerja proyek jalan tol termasuk PT HKI dan kami yang terdampak ini tidak percaya lagi dengan PT HKI sebab oknum dari PT HKI itu pembohong yang menjanjikan untuk bangunan rumah tuhan bagi umat muslim saja hingga saat ini tidak terbukti, ini kami diajak rembukan lagi, bila hanya diberi janji-janji lagi, kami lebih baik menutup proyek tol diatas jalan kelompok tani.
“Silahkan proyek jalan tol tersebut untuk dilanjutkan baik yang kearah Betung atau yang kearah Tempino dan kami menutup jalan kami agar pekerja jalan tol tetap berlangsung lancar”, menambahkan.
“Dari warga dalam kelompok tani sangat mendukung proyek jalan tol itu, tapi jangan main gusur dan jangan berdalih bahwa ini proyek Negara, ingat jalan itu dibuat oleh masyarakat dengan semua biaya secara swadaya, apa bila pihak PT HKI mau buatkan jalan alternatif, silahkan PSN terus dilanjutkan”, tutupnya.
Heri Diandy dalam rembukan itu dihadapan warganya termasuk para perwakilan pejabat dari Kabupaten Muba dan perwakilan dari perusahaan dikatakan bahwa secara pribadi atau Pemerintah Desa (Pemdes) Sutim sudah tidak percaya lagi dengan janji PT HKI. “Sebab pembohong berat yang dilontarkan dan pernah dijanjikan pihak PT HKI ketika itu hingga saat ini janjinya nihil besar.
“Saya atas nama masyarakat dari Desa Sutim yang terdampak agar PT HKI dalam rembukan saat ini tidak beri janji-janji, tapi realisasi yang dituntut oleh masyarakatnya baik dalam kelompok tani juga bagi warga yang lahannya digusur jadi Res Aria jalan tol Betem tanpa ada ganti ruginya”, tegasnya bernada tinggi.
Dalam rembukan itu dihadirkan petugas dari Dinas PU, BPN, PT HKI beserta subkonnya juga hadir warga yang terdampak juga ada Kades, Sekdes, Perangkat Desa dan para Kadus Desa Sutim.
Sangat disayangkan, Beni Humas PT HKI usai rembukan ketika di minta konfirmasinya enggan beri komentar dan meminta maaf, karena khawatir jika masalahnya jadi bumerang seperti kejadian yang sebelumnya saya dipanggil ke Jakarta lagi.
inset foto tanda arah panah humas PT HKI “Beni”
“Mohon maaf bapak saya tidak mau beri komentar, sesuaikan saja dengan hasil notulen”, jawab Beni sembari berkata berlubang-lubang meminta maaf.(MNN/red)
Editor : waluyo








