WAY KANAN.medianusantaranews.com
Upaya menekan laju inflasi dan melindungi daya beli masyarakat terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan. Melalui kolaborasi strategis dengan Bulog Subdivre Lampung Utara, rangkaian operasi pasar murah digelar secara bergilir di berbagai titik strategis sepanjang September 2026. Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan ketersediaan pangan pokok terjangkau bagi warga di tengah dinamika ekonomi global.(14/9/2026).
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Way Kanan, Alie Kandar, menegaskan bahwa fokus utama operasi pasar kali ini adalah penyediaan komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, cabai, dan bawang merah dengan harga yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan harga pasar reguler. Selain menggelar bazar pangan, tim Satuan Tugas Stabilisasi Harga (SP2KP) juga diterjunkan secara berkala untuk memantau pergerakan harga bahan pokok strategis di lapangan guna mencegah spekulasi atau penimbunan.
“Operasi pasar murah ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan intervensi struktural untuk menstabilkan pasokan dan harga. Kami bekerja sama erat dengan Bulog untuk menjamin kualitas dan kuantitas barang yang dijual tetap terjaga,” ujar Alie Kandar saat ditemui usai pelaksanaan pasar murah di Pasar Gunung Katun dan Pasar Km.2 Blambangan Umpu.
Jadwal Lengkap Pasar Murah September 2026
Menyusul kesuksesan dua lokasi pertama, Pemkab Way Kanan telah menetapkan jadwal lanjutan operasi pasar murah sebagai berikut:
14 September 2026: Pasar Way Tuba
15 September 2026: Pasar SP2KP Baradatu
16 September 2026: Pasar Bumi Baru
21 September 2026: Pasar Negeri Baru
22 September 2026: Pasar Banjit
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan datang lebih awal mengingat stok terbatas. Pihak Disperindag juga menggarisbawahi bahwa operasi pasar ini akan dievaluasi secara berkala; apabila tekanan inflasi masih tinggi, frekuensi dan sebaran lokasi dapat diperluas sesuai kebutuhan.
Dengan adanya jaminan pasokan dari Bulog dan pengawasan ketat dari SP2KP, Pemkab Way Kanan optimis mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga, sehingga roda perekonomian lokal tetap berputar stabil tanpa membebani rumah tangga rentan.(MNN IMAM HADI).








