Ogan Komering Ilir,medianusantaranews.com- Sedikitnya ada puluhan orang diduga sebagai perman bayaran terlihat berjaga-disebuah pondok diatas sebidang kebun karet milik Berlin warga Desa Suka Puli Dusun IV Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel).
Sudah dua bulan ini para preman bayaran itu tiap hari duduk-dusuk berjaga dipos. Disamping ngepam disitu para praman itu melakukan perhitungan berapa banyak mobil yang mengankut kayu dari dalam kebun karet yang ditebangi oleh oknum yang mengaku perwaris asli tanah tersebut sesuai dengan silsilah yang dibuat sendiri, ucap Soleh warga Suka Puli kepada kontributor media ini Ibrahim beberapa waktu yang lalu dikediamanya yang tidak jauh dari lokasi para pereman jadi pam swakarsa.
“Kalau kita mau jujur sepengetahuan saya tanah tersebut sudah lebih dari empat puluh tahun sudah diusahakan Bekki bersama adiknya Berlin.saat belum ada jaman transmigrasi dulu.dan sepengetahuan kami tanah tersebut di inklap oleh pihak transmigrasi dan atas nama Bekki.Mulanya kami bingung kok adanya pengusiran terhap berlin adiknya bekki jika dia mau ke kebonya .” tegas Soleh.
Terpisah Heri mengatakan peristiwa itu sebenararnya sangat naib karena di duga aktor intelektual pembayaran preman itu juga diduga merupakan salah seorang oknum pejabat di Kecamatan di Kabupaten OKI Sumsel.
“Dia itu Seketaris Camat sangat naib apa yang dilakukan kepada orang yang merawat dan menanam karet diatas tanah yang katanya milik keluarganya berdasarkan silsilah oknum tersebut yang dibuat sendiri itu terusir dari tanah tersebut dan tanam tumbuh diatas lahan tersebut habis dibabat termasuk pohon karet yang merupakan selama ini tempat mencari nafkah”, imbuh Soleh.
Sementara itu saat dikomfirmasikan pada pihak Kepolisain Polda Sumatera Selatank melalui Kabag Humas Kombes Pol Supriadi mengatakan akan inventarisir terkait hal tersebut, kita akan cek kebenarannya khususnya mana kala ada info dari masyarakat terkait adanya hal tersebut dan memberikan perlindungan kepada masyarakat mana kala ada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan terkait degan premanisme yang membackingi masalah tanah dan menindak tegas preman yang sudah meresahkan, katanya.(ibrahim/waluyo)








