
Camat Gunung Sulah, Plt. Walikota, Perwakilan IZI Lampung, dan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis menerima penganan khas Gunung Sulah pada Lauching Kampung Wisata Edukasi UMKM
Medianusantaranews,Bandar Lampung – Kelurahan Gunung Sulah kini telah menjadi kampung wisata edukasi UMKM setelah diresmikan oleh Plt Walikota Bandar Lampung, M. Yusuf Kohar, Pada 9/5 di Gunung Sulah. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kota Bandar Lampung dibawah kepemimpinan sebagai Plt Walikota yang hanya menjabat dalam tempo 4 bulan saja.
Gunung Sulah merupakan daerah industri pembuatan tempe, tahu, dan oncom khas kota Bandar Lampung. Yusuf Kohar yang sangat concern untuk membangkitkan gairah UMKM di wilayah kepemimpinannya tidak ingin mensia-siakan potensi yang ada di gunung sulah.
Dalam sambutannya, Yusuf Kohar sangat antusias dengan ide dan gagasan yang dibesut oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dan juga beberapa dekan UNILA yang akan turut memberikan pembinaan dari sisi pengembangan bisnis dan ekonomi.
“ dengan adanya dekan fakultas bisnis & ekonomi dan juga ada dekan dari fakultas tehknik diharapkan bisa membantu pengembangan dari bisnis yang sudah ada di gunung sulah ini. Ini potensi, sangat potensial. “ katanya.

Plt. Walikota mencicipi hasil olahan tempe Gunung Sulah
Yusuf Kohar pun menegaskan kepada warga yang berwirausaha di Gunung Sulah agar tidak ragu-ragu dalam menjalani bisnisnya, apalagi ragu karena tidak adanya modal.
“ yang penting usaha dan ikhtiar, pemerintah daerah pun tidak akan diam dan sudah terbukti dengan launching Kampung Wisata Edukasi UMKM di Gunung Sulah ini menjadi sebuah bukti bahwa kami tidak menutup mata dan para penggiat bisnis pun pasti sedikit demi sedikit akan tergerak kesini “ imbuhnya.
Dekan Fakultas Ekonomi UNILA, DR. Satria Bangsawan M.Si mengatakan, pihaknya akan memberikan pembinaan di Gunung Sulah untuk pengembangan bisnis dan ekonominya. Ia pun akan menempatkan sejumlah mahasiswa terkait untuk membantu pembinaan.
“ nanti kita akan melakukan pelatihan dan pembinaan ya disini, dari segi pembukuan, lalu pengemasan produk agar lebih menarik dan juga kami menggandeng fakultas tekhnik untuk membantu tata ruang disini. Sehingga kedepannya, daerah ini menjadi Green Tourism yang akan memberikan kenyamanan pada saat dikunjungi sebagai daerah wisata dan juga pembelajaran “ kata Satria.
Yusuf Kohar pun berharap, dengan adanya UNILA dan IZI kedepannya mampu membuat produk dari Gunung Sulah ini meningkat daya saingnya dan mampu menambahkan nilai tambah bagi warga sekitar.
“ berbisnis kan harus ada perkembangan dan kemajuan, jangan disitu situ saja ya kan? Maknya kami dorong dengan pembinaan dan yang pasti nanti akan ada pembenahan infrastruktur untuk menambah daya tarik bagi para pengunjung “ kata yusuf kohar. (ido)








