Rasuan : Kalau Melintas Diatas Besi Sebatang Warga Ekstran Sudah Biasa

Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Kalau kami warga Ekstran melintas diatas jembatan cuma besi melintang sebatang seperti itu tak takut bahkan sampai terbenam dalam lumpur pun sudah biasa dan yang begini sudah resiko, ucap Rasuan usai melintas pakai motor diatas besi hanya sebatang Jembatan Tanah Kering Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau (Puri) Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang ambrol akibat patah tulang besi badan jembatan pada Sabtu (7/8/2021) dini hari.
Rasuan menambahkan, kalau dulu baru-baru kami masuk sebagai warga trans kiri kanan masih hutan belantara, saat mau keluar harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer dan mulai agak ramai, dibuat jembatan darurat ada yang pakai sebatang kayu juga ada pakai besi, kalau melintas semacam ini baginya sudah tak kaget lagi.
Masih kata Dia, kalau cuma melintas kaki dan hanya membawa badan tak ragu melintasinya apalagi ada pegangan besi kokoh, tapikan nyali orang itu berbeda-beda, ditambah orang perempuan, baru melihat medanya saja sudah ribut, apalagi disuruh menintasinya.
“Ya pak saya sangat takut melintas semacam itu, maka saya minta diantani orang lain suami saya karena kwatir tergelincir”, sahut Darmi yang nekat melintas karena kepepet dan ingat anak balitanya ditinggal dirumah jawabnya dengan nafas ngos-ngosan.
Lanjut Rasuan, kerusakan jembatan secara diri pribadi tidak mutlak menyalahkan Pemerintah baik di Banyuasin atau di Provinsi Sumatera Selatan saja, tetapi juga ada kesalahan pada warga pengguna jalan dan jembatan ini yang tidak mentaati aturan yang ada.
“Kan sudah tau dan ada aturanya, dijembatan itu tonasenya tak boleh lebih kendaraan truk angkutan melebih berat 5 ton, tetapi setiap hari kendaraan bermuatan lebih 10 ton, apa tidak cepat rusak jembatan itu, kalau untuk kendaraan roda dua sih tidak ada masalah sekalipun di jembatan tinggal sebatang besi saja”, bebernya dengan nada kesal, karena istri yang tadinya mau ikut hadiri acara pernikahan adiknya mengurungkan diri.
Untuk itu lanjut Dia, untuk sekali ini berharap supaya Pemerintah dan DPRD Kabupaten Banyuasin supaya tegas-tegas menertibkan kendaraan angkutan agar jalan dan jembatan dijalan Kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan maupun ke pusat ibukota Pemkab Banyuasin pun tidak dibuatnya susah seperti ini biar awet juga dirawat dengan baik. Dalam perbaikanya pun juga jangan asal-asalan, ucap Rasuan sembari meninggalkan lokasi.(mnn/waluyo



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *