953 Warga Binaan Lapas Banyuasin Terima Remisi Khusus

Banyuasin,medianusantaranews.com- Pada Hari Raya Idul Fitri 1447 H jadi kabar bahagia, sedikitnya bagi ratusan keluarga dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin. Ada 953 narapidana menerima Remisi Khusus dan Pengurangan Masa Pidana Khusus dalam giat yang digelar di Aula Lapas pada Sabtu (21/03/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.

Dalam acara tersebut dibacakan sejumlah Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia terkait tentang pemberian remisi bagi narapidana dan anak binaan.

Pemberitaan remisi dilaksanakan secara simbolis, penyerahan Surat Keputusan (SK) remisi diberikan kepada empat orang narapidana usai pelaksanaan shalat Idul Fitri di lapangan lapas.

Hal ini menjadi wujud nyata penghargaan negara pada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku dan aktif mengikuti program pembinaan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Tetra Destorie nyampaikan sambutan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Dia mengapresiasi kepada seluruh warga binaan yang telah berupaya perbaiki diri selama menjalani masa pidana.

“Pemberian remisi diharapkan menjadi dorongan bagi warga binaan lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kesiapan kembali ke masyarakat,” ucapnya.

Adapun rincian penerima remisi di Lapas Kelas IIA Banyuasin terdiri dari 939 orang menerima Remisi Khusus I (RK-I). 14 orang menerima Remisi Khusus II (RK-II) dan 7 orang diantaranya langsung bebas, sedangkan 7 lainnya masih harus menjalain subsidair, hingga total mencapai 953 orang.

Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan kondusif. Melalui momentum ini, Lapas Banyuasin terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang humanis serta mendukung reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.(MNN/waluyo)

Admin : asta




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *