Banyuasin,medianusantaranews.com- Kerusakan ruas jalan negara lintas timur Sumatera di wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan mengalami kerusakan, membuat tak nyaman dilalui bahkan telah banyak makan korban jiwa. Dampak kerusakan jalan itu masyarakat Se-Sumatera ikut merasakan susahnya.
Dampak dari kerusakan ruas jalan nasional tersebut efeknya banyak kendaraan yang rusak, mogok dan menyebabkan kemacetan arus kendaraan mengular hingga puluhan kilometer.
“Tatkala terjadi insiden dijalan itu, selain kemacetan mengular, para sopir untuk nyerobot jalur lawan, sehingga kendaraan dari dua arah menumpuk dan mengantri hingga puluhan kilometer”, ujar Mardi (50) ketika berbincang dengan awak media ini (3/6/2026).
Jika kondisi jalan terjadi antrian seperti beberapa waktu yang lalu, sedangkan ini jalan negara antar provinsi, terjadi ruas jalan negara di Banyuasin mengalami krodit, maka masyarakat Se-Sumatera pengguna jalan itu ikut dibuatnya resah akibat perjalananya terjebak kemacetan.
Dirinya yang juga sopir, berharap pemerintah baik di kabupaten, provinsi dan pusat termasuk juga wakil rakyat jangan menutup mata dengan kerusakan jalan negara yang terkesan dibiarkan rusak dan telah banyak makan korban jiwa, pungkasnya.

Hal senada diungkapkan iyan (45) kepada awak media ini saat antri BBM di sebuah SPBU di kawasan Jalintim Banyuasin terkait dengan kerusakan jalan dan kemacetan arus kendaraan akhir-akhir ini butuh keseriusan dari pemerintah dan DPR baik di kabupaten dan provinsi termasuk yang di Pusat.
Jika yang dapat amanah rakyat mewakili duduk di pemerintahan tidak ada rasa lagi dan setiap hari jadi pemandangan buruk antrian panjang kendaraan, artinya negara sudah diambang kebangkrutan, uji bapak yang akrab disapa sebutan Pakde.
Lanjutnya, Indonesia negara yang kaya raya SDA nya dan Indonesia banyak intelektualnya, bahkan ada yang menyandang gelar hurufnya lebih banyak dari huruf namanya, tetapi semua itu hanya baik untuk cerita saja, namun kwalitasnya ‘0’, ketusnya.
Herannya lagi kata Pakde, jalanya rusak dan banyak makan korban jiwa, pejabatnya setiap kunjungan ke daerah melintas melalui udara, wajar jika tidak mengetahui jalan diwilayahnya ngalami kerusakan dan telah banyak pengguna jalan banyak yang telah menjadi korban, ungkapnya.

Pakde berharap jangan terulang kembali korban lakalantas terjadi di ruas Jalintimsum Palembang-Betung dan kepada penanggung jawab pemegang kewenangan terkait transportasi jalan darat jangan mati rasa, tutup pakde.
Hingga beritanya ditayangkan di media ini belum ada yang diminta konfirmasinya,(MNN/waluyo)








