Terkait Narkoba, Diduga SK Gubernur Ditolak Dewan

Banyuasin, medianusantaranews.com

Menyikapi Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel terkait pergantian antar waktu (PAW) terhadap oknum anggota DPRD Kabupaten Banyuasin berinisial Dq dari Partai Demokrat diduga terindikasi keterlibatan penyalahgunaan narkoba belum ada kejelasan. SK Gubernur Sumsel tentang pemecatan itu berdasarkan Surat yang dikeluarkan oleh DPP dan DPD Partai Demokrat, namun DPRD Banyuasin pemecatan itu dianggap tidak berlandaskan hukum yang berlaku.

Anehnya DPRD Banyuasin hingga saat ini belum mengambil sikap dengan tegas atas SK Gubernur Sumsel, DPP dan DPD untuk melakukan pemecatan terhadap oknum anggota DPRD Banyuasin dari Partai Demokrat berinisial Dq.

Wakil Ketua DPRD Banyuasin Heriyadi M Yusuf yang sempat dijumpai diruang kerjanya beberapa waktu yang lalu terkait pemecatan oknum anggota DPRD Banyuasin berinisial Dq mengungkapkan masih dalam dipertimbangkan, karena saudara Dq masih melakukan upaya hukum di pengadilan Jakarta bahkan membatalkan PAW tersebut.

” Berdasarkan upaya hukum yang dilakukan oleh Dq di Jakarta itulah yang menjadi bahan pertimbangan pihak DPRD Kabupaten Banyuasin tidak melakukan PAW, karena hasil putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta memenangkan Dq sebagai penggugat atas putusan PAW atau pemecatan yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat pertama, DPD tergugat kedua dan DPC tergugat ketiga”, tegasnya.

Masih kata Heriyadi M Yusuf, menanggapi aksi demo beberapa waktu lalu yang mendesak supaya dilakukan PAW terhadap Dq perlu diperjelas, karena SK Gubernur Sumsel, DPP dan DPD Partai Demokrat setelah putusan dari pengadilan negeri Jakarta itu tidak ada tindak lanjut, bahkan saudara Dq masih menjadi pengurus di DPC partai tersebut.

” Sepertinya pada partai itu, keputusan dari mahkamah partai lebih permanen dari pada kepetusan DPP dan itu terbukti dengan masalah yang terjadi pada pengurus yang sebelumnya. Sedangkan dalam kasus Dq berpedoman pada keputusan mahkamah partai celah yang pakai oleh Dq”, tutupnya.

(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *