Mesuji(MNN)–Dilema kemitraan diajukan Sekretaris Dewan (Sekwan) Mesuji Ismail Tadjudin pada sejumlah awak media baik cetak, Online maupun Tv, terkait kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) untuk berlangganan koran dan pemberitaan melalui Advetorial belum memenuhi kesepakatan bersama antar kedua belah pihak.
Seperti yang di ungkapkan Erwin selaku Pimpinan Redaksi Jalosi.Net pasca pertemuan terbuka di ruang kerja Sekwan Mesuji, Selasa, 9 April 2019.
“Persyaratan berkas MoU yang diajukan pihak Humas Sekwan siap kita penuhi, tapi saya belum bersedia menandatangani kesepakatan itu,” terang Erwin.
Tentu lanjut dia, tindakan yang ia lakukan bukan tanpa alasan. Ketika menyimak isi kesepakatan dari pihak Sekwan, dirinya menangkap ketidak wajaran terkait anggaran yang ditawarkan.
Ironis memang tambah Erwin, diberkas itu telah tertera beberapa kegiatan liputan berita Advetorial sebanyak 5-6 kegiatan selama 1 tahun, dan perberita untuk dana publikasi sebesar 1 juta sekali terbit di setiap media.
Tapi jelasnya, ketika membaca lembar berkas kedua, disitu Erwin merasa sedih karena anggaran yang ditulis hanya 2 juta rupiah pertahun.
“Nah, dari pernyataan kerjasama yang diajukan Sang Sekwan saja sudah gak sinkron dana dan kemauannya, jadi wajar donk kalau belum saya sepakati,” tukasnya.
Sambungnya, Si Sekwan itu juga siap menanggalkan jabatan demi keputusan MuO yang diajukannya itu, karena sebelum ditunjukkan pada pihak media, Sekwan sudah mendapatkan persetujuan dari Bupati Mesuji terkait harga koran yang di bandrol Rp. 7000/eksemplar sebanyak 5 eksemplar sekali terbit.
“Ya, Sekwan bilang dana untuk keseluran media baik cetak, online, maupun Tv, global sebesar 700 juta pertahun, dan itu sudah disetujui Bupati Mesuji, sementara yang saya dengar dana belanja media di DPRD Mesuji berbeda dengan pengakuan Ismail, tapi ya sudahlah, nanti bahasnya disesi kedepan saja,” pungkas Erwin.(red)








