Banyuasin,medianusantaranews.com- Saat dikumandangkan Adzan Mahgrib pada Sabtu malam tiba-tiba menghilang akibat listrik dipadamkan tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu dari pihak PLN membuat suasana tak nyaman baik bagi jamaah Masjid maupun masyarakat umum dibuatnya klimpungan, karena padamnya listrik tersebut dadakan.
Toni nama samaran itu kepada media ini mengatakan memang akhir-akhir ini ada yang membuat para pelanggan listrik PLN banyak merasa kurang nyaman atas kinerja management dan pelayanan PLN kepada pelanggan.
Dijatakanya, PLN sering melakukan pemadaman tidak ada pemberitahuan terlebih dulu kepada pelanggan, padahal bagi pelanggan setiap bulanya rutin bayar rekeningnya dan yang memakai fulsa pun terlihat rajin mengisinya.
“Kalau ada pemadaman ada informasi terlebih dulu, mungkin kami berupaya mencari sarana penerangan alternatif, tapi kalau tiba-tiba semacam ini tentu kami sebagai pelanggan tentu banyak yang dirugikan, sedang listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan yang prinsip”, ujar dia dengan aura muka kecewa.
Hal serupa diutarakan oleh Nasro (IRT) usai sholat Isa’ mengatakan ini sudah ada yang tidak beres kinerja manageman dari PLN. Ia kalau ada pemadaman yang semacam ini ada konpensasi dari PLN kepada pelanggan saat pembayaran rekening masih ada imbalbaliknya, tapi selama saya hidup dan jadi pelanggan PLN justru sering kena sanksi denda jika lambat jadwal pembayaranya.
Untungnya dirumah saya ada beberapa bola lampu emergency, sehingga masih ada penerangan walaupun hanya bisa beberapa jam saja bertahan dan yang begini perlu ada perbaikan manageman supa
“Yang begini ini kalau PLN mengalami kerugian itu memakai konsep apa, tetapi kalau semua pelanggan tidak bayar, bisa jadi PLN merugi”, celetuknya kesal sebab terjadi pemadaman dari Bakda Mahgrib ini sampai pukul 21.00 wib belum ada tanda-tanda kehidupanya.
Hingga beritanya ditayangkan di media ini manager PLN Pangkalan Balai Ichsan Rahmadi dikonfirmasi via WhatsApp ada jawabannya, “Saat ini petugas dalam penelusuran & pengecekan penyebab padam”.(MNN/waluyo)








